peezycoineth.vip

Dinkescatat penderita kanker payudara di Kalbar capai 1.545 - ANTARA News Kalimantan Barat

2026-09-14 10:24

Pontianak (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) menyatakan berdasarkan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Online 2024, kanker payudara menjadi neoplasma ganas dengan jumlah penderita terbanyak yang dirawat di sejumlah rumah sakit di provinsi itu, yakni 1.545 kasus.

"Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan pencegahan dan deteksi dini untuk menekan beban penyakit kanker di daerah," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Erna Yulianti di Pontianak, Senin.

Erna menyampaikan pada umumnya kanker dapat dicegah dan ditangani apabila ditemukan sedini mungkin. "Karena itu, upaya promotif, preventif, deteksi dini, pengobatan hingga rehabilitatif perlu dilakukan secara berkesinambungan," katanya.

Berdasarkan data yang sama, neoplasma ganas serviks uterus menempati urutan berikutnya dengan 708 penderita yang menjalani perawatan di rumah sakit di Kalbar.

Erna mengatakan kanker masih menjadi salah satu penyakit dengan beban kesehatan dan pembiayaan tinggi. Penyakit tersebut juga termasuk kelompok katastropik yang membutuhkan penanganan secara berkelanjutan.

Menurut dia, pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko dan gejala kanker perlu terus ditingkatkan agar masyarakat tidak menunda pemeriksaan ketika menemukan tanda-tanda yang mencurigakan.

Deteksi dini, kata dia, menjadi penting karena memungkinkan kasus ditemukan pada tahap awal, sehingga peluang mendapatkan penanganan yang tepat dapat lebih besar.

Erna menegaskan pengendalian kanker tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan. Keterlibatan tenaga kesehatan, organisasi profesi, institusi pendidikan, pemerintah, sektor swasta, lembaga masyarakat, dan masyarakat diperlukan untuk membangun sistem pencegahan yang lebih kuat.

"Saya harap pelaksanaan PIN POI mampu menjadi ruang untuk memperkuat sinergi sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pelayanan kanker di Kalimantan Barat," ujarnya.

Ia mengatakan kegiatan ilmiah tersebut juga dapat memperkuat empat pilar aksi, yakni pemberian layanan, edukasi, pelatihan dan penyuluhan, fasilitator kemajuan, serta ketatalayanan, dan koordinasi dalam pelayanan kanker.

Secara nasional, beban penyakit kanker juga masih tinggi. Data International Agency for Research on Cancer (IARC) 2022, mencatat Indonesia memiliki sekitar 408.661 kasus baru kanker dengan 242.988 kematian.

Pada perempuan, kanker payudara menjadi jenis kanker dengan kasus tertinggi secara nasional, yakni 66.271 kasus, disusul kanker leher rahim sebanyak 36.964 kasus. Sementara pada laki-laki, kanker paru mencapai 38.904 kasus dan kanker kolorektal 35.676 kasus.

Pemerintah mendorong Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara 2023–2030 sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperkuat pencegahan, deteksi dini, pengobatan, dan pengendalian kedua jenis kanker tersebut.

Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.