Disdag Mataram mencatat realisasi retribusi pasar capai Rp2,89 miliar
Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mencatat realisasi retribusi pasar per Mei 2026 mencapai sekitar Rp2,89 miliar lebih atau 35 persen dari target Rp8,25 miliar di tahun 2026.
"Untuk realisasi Juni, masih divalidasi. Jika sudah masuk kemungkinan realisasi bisa mendekati 50 persen," kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Irwan Harimansyah di Mataram, Minggu,
Capaian tersebut disampaikannya dalam menyikapi hasil evaluasi realisasi pendapatan asli daerah (PAD) baik yang bersumber dari pajak maupun retribusi.
Irwan mengakui, realisasi retribusi pasar mengalami penurunan dari awal tahun jika dibandingkan dengan tahun 2025. Misalnya di bulan Januari tahun 2026 realisasi turun sekitar Rp160 ribu dibandingkan tahun 2026.
Penurunan itu dinilai terjadi karena Januari masih masuk musim hujan sehingga aktivitas pedagang menurun, selain itu pada bulan-bulan berikutnya terjadi penurunan jumlah pedagang terutama konveksi.
Para pedagang konveksi di pasar-pasar tradisional saat ini banyak yang tutup karena kalah saing dengan pedagang online, kalau pun ada yang berjualan sering kali mereka membayar retribusi di bawah ketentuan yang harus dibayarkan.
"Karena sepi pembeli, tidak jarang pedagang yang harusnya membayar Rp8.000, memberikan retribusi hanya Rp2.000," katanya.
Alasannya, ketika kepala pasar ikut turun menarik retribusi maka bisa memberikan kesan berbeda, sebab para pedagang lebih awas dan takut kepada kepala pasar.
"Kalau kepala pasar yang turun, pedagang lebih antusias membayar retribusi, karena takut tidak diberi izin berjualan," katanya.
Selain retribusi pasar, tambahnya, Disdag juga mengelola retribusi pasar grosir dan pertokoan (PGP) dengan target Rp2,5 miliar di tahun 2026, namun realisasinya juga masih rendah.
Baca juga: Bulog jamin kualitas Minyakita di NTB aman
Untuk PGP harusnya dibayarkan setiap bulan, namun biasanya para pemilik toko membayar sekaligus di akhir tahun, yakni mulai sekitar bulan Oktober hingga Desember, karena itulah realisasinya masih rendah.
"Untuk retribusi PGP, kami tetap optimistis bisa dicapai target di akhir tahun," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026