peezycoineth.vip

Disdamkartan Kutim serahkan tiga ekor buaya ke penangkaran Teritip - ANTARA News Kalimantan Timur

2026-09-23 11:02

Sangatt (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Kalimantan Timur menyerahkan tiga ekor buaya hasil evakuasi dari permukiman warga ke Penangkaran Teritip, Balikpapan, pada Selasa (22/9).

“Setelah berhasil kita amankan dari lokasi tangkapan warga, buaya-buaya ini terlebih dahulu ditampung sementara di wilayah kantor. Setelah itu, kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses penanganan dan relokasi,” ucap Tim Rescue Disdamkartan Kutim, Muis, di Sangatta, Rabu (23/9).

Penyerahan satwa liar tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut evakuasi guna mengurangi risiko konflik antara buaya dan warga, sekaligus memastikan satwa mendapatkan penanganan yang sesuai.

Dia mengatakan tiga ekor buaya yang diserahkan memiliki ukuran berbeda. Buaya terbesar memiliki panjang 4,4 meter, sedangkan dua lainnya masing-masing berukuran 1,5 meter dan 70 sentimeter.

Ia menjelaskan, proses relokasi dilakukan melalui koordinasi dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Provinsi. Koordinasi tersebut menyesuaikan perubahan regulasi terkait kewenangan penanganan konflik satwa buaya.

Menurutnya, penanganan yang sebelumnya berada di bawah kewenangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) kini dikoordinasikan bersama BPSPL. Dalam proses tersebut, pihak Penangkaran Teritip menyatakan kesediaannya menerima ketiga buaya hasil evakuasi.

“Kami berkoordinasi dan bekerja sama dengan BPSPL Provinsi, dan pihak penangkaran di Teritip menyatakan siap menerima buaya-buaya tersebut,” jelasnya.

Pengiriman tiga ekor buaya tersebut dilakukan dengan menempuh perjalanan darat dari Sangatta menuju Balikpapan.

Tim Disdamkartan Kutim berangkat pada Senin malam sekitar pukul 01.30 WITA menggunakan dua armada operasional, yakni satu unit truk Damkar dan satu unit mobil rescue.

Waktu keberangkatan dipilih dengan mempertimbangkan kondisi fisik satwa selama perjalanan. Pengangkutan pada malam hari dinilai dapat mengurangi risiko paparan suhu panas yang berpotensi menyebabkan dehidrasi dan stres pada buaya.

“Jika dilakukan pada siang hari dengan cuaca yang panas, kami khawatir buaya-buaya tersebut mengalami dehidrasi dan stres berat di perjalanan,” katanya.

Rombongan tiba di Penangkaran Teritip, Balikpapan, pada Selasa pagi. Proses penyerahan secara resmi ditandai dengan penandatanganan berita acara antara Disdamkartan Kutim dan pihak pengelola penangkaran.

Penyerahan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut penanganan satwa liar yang dievakuasi dari lingkungan permukiman, sehingga keselamatan masyarakat dapat diperhatikan tanpa mengabaikan penanganan dan kelangsungan hidup satwa.

Pewarta: Muhammad Hafif Nikolas
Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.