peezycoineth.vip

Disdikbud Sorong latih Mama Papua anyam noken untuk lestarikan budaya - ANTARA News Papua Tengah

2026-07-16 09:36

Aimas (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya melatih 40 mama Papua menganyam noken sebagai upaya melestarikan warisan budaya Suku Moi sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Staf Ahli Bupati Sorong Bidang Kemasyarakatan, Marthen Nebore di Aimas, Kamis, mengatakan noken bukan sekadar tas tradisional, tetapi merupakan simbol identitas budaya masyarakat Papua yang mengandung nilai filosofi, ketekunan, kerja keras, dan kemandirian.

Menurut dia, noken adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga eksistensinya di tengah arus modernisasi.

"Melalui pelatihan ini kami berharap peserta tidak hanya menguasai teknik menganyam, tetapi juga memiliki semangat untuk melestarikan budaya lokal Suku Moi," katanya.

Ia berharap para peserta dapat membentuk kelompok-kelompok pengrajin di wilayah masing-masing sehingga produksi noken dapat dikelola secara lebih profesional, memiliki kualitas yang lebih baik, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurut dia, pengembangan kerajinan noken tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian budaya, tetapi juga meningkatkan pendapatan keluarga dan memperkuat ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong Andreas Taa mengatakan mama-mama Papua memiliki peran penting sebagai pewaris pengetahuan dan keterampilan menganyam noken kepada generasi muda.

"Keahlian mama-mama Papua dalam menganyam noken harus terus hidup dan diwariskan kepada anak cucu melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan," ujarnya.

Ia menjelaskan pemerintah daerah tengah menyiapkan kebijakan strategis untuk memperkuat pelestarian budaya, salah satunya melalui penerbitan surat edaran yang mendorong penggunaan noken oleh peserta didik di lingkungan sekolah.

Selain itu, pemerintah juga sedang menyusun kebijakan "Moi Day", yakni penetapan setiap hari Kamis sebagai hari penggunaan batik khas Suku Moi dan noken khas Moi bagi aparatur sipil negara (ASN) serta masyarakat yang beraktivitas di Kabupaten Sorong.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Sorong Silas Kalami mengatakan program pelatihan tersebut merupakan bagian dari konsep "Noken For Moi Day", yang tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, tetapi juga hilirisasi produk budaya melalui pemberdayaan kelompok-kelompok pengrajin.

"Para peserta akan didorong membentuk kelompok usaha agar mampu memproduksi noken secara berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Pelatihan tersebut diikuti 40 peserta yang terdiri atas pengrajin lokal dan perwakilan delapan sub-suku Moi di Kabupaten Sorong, yang dikelompokkan ke dalam empat rumpun besar sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya serta memperluas regenerasi pengrajin noken di wilayah tersebut.

Noken adalah tas tradisional khas masyarakat Papua yang dibuat secara manual dari serat kulit kayu, akar, atau daun tanaman yang dipintal dan dianyam.

Noken digunakan untuk membawa hasil kebun, kayu bakar, hasil tangkapan, barang belanja, bahkan menggendong bayi. Cara membawanya yang khas adalah dengan disangkutkan di kepala atau bahu.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.