Dishub Cimahi memberlakukan rekayasa lalin dampak pembangunan terowongan - ANTARA News Jawa Barat
Cimahi, Jabar (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Jawa Barat, memberlakukan rekayasa lalu lintas menyusul pembangunan terowongan (underpass) Gatot Subroto yang menyebabkan ruas jalan tersebut ditutup mulai Rabu ini.
Kepala Dishub Kota Cimahi Endang di Cimahi, Jabar, Rabu, mengatakan rekayasa lalu lintas diberlakukan selama 24 jam sepanjang proses pembangunan underpass untuk memastikan arus kendaraan tetap berjalan.
"Hari ini pemberlakuan rekayasa lalu lintas dalam rangka pembangunan underpass Gatot Subroto. Rencana pengalihan arus sudah kita siapkan," katanya.
Dishub Kota Cimahi bersama personel TNI dan Polri ditempatkan di 28 titik untuk mengatur arus kendaraan yang dialihkan ke sejumlah jalur alternatif.
Endang mengatakan sejumlah titik diprediksi mengalami kepadatan akibat adanya penambahan volume kendaraan, terutama Jalan Pasir Kumeli hingga Jalan Bapa Ampi serta kawasan Padasuka hingga Jalan Warung Contong.
"Potensi kepadatan akan terjadi di beberapa titik. Kita akan menyiapkan dan menempatkan personel untuk mengatur lalu lintas. Rambu-rambu lalu lintas juga sudah mulai dipasang," ujarnya.
Untuk kendaraan kecil, sejumlah jalur alternatif dapat digunakan menuju akses Tol Baros, Leuwigajah, dan wilayah sekitarnya.
Salah satunya melalui Jalan Padasuka Indah, Flyover Padasuka, Jalan Pojok Dustira, Jalan Warung Contong, Jalan Sudirman,Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Taman Kartini, hingga Jalan Baros.
Alternatif lainnya melalui Jalan Usman Dhomiri, Jalan Kebon Manggu, Flyover Padasuka, Jalan Pojok Dustira, Jalan Warung Contong, Jalan Sudirman, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Taman Kartini hingga Jalan Baros.
Pengendara juga masih dapat melintasi Jalan Gatot Subroto, namun akan diarahkan ke Jalan Pasir Kumeli tepat di depan Lapang Rajawali, kemudian menuju Jalan Bapa Ampi dan keluar di Jalan Baros.
Sementara kendaraan besar seperti bus dan truk tidak diperbolehkan menggunakan jalur alternatif tersebut.
Kendaraan besar diarahkan melalui Jalan Amir Machmud, Jalan Mahar Martanegara menuju Gerbang Tol Baros atau menggunakan Gerbang Tol Pasirkoja di Kota Bandung.
Berdasarkan laman resmi LPSE Jawa Barat, proyek pembangunan underpass Gatot Subroto yang dikerjakan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat tersebut dimenangkan PT Modern Widya Tehnical dengan pagu anggaran Rp150 miliar dan harga terkoreksi sekitar Rp126 miliar.
Endang mengatakan pembangunan underpass diperlukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Jalan Gatot Subroto hingga kawasan Baros, terutama ketika kereta api melintas.
Selain menjadi bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pembangunan underpass diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
"Harapannya tentu saja dapat mengurai kemacetan yang kerap terjadi pada saat kereta api melintas dan mengurangi kecelakaan lalu lintas," katanya.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.