Distan Tapin sebut pompa belum atasi kekeringan lahan saat kemarau - ANTARA News Kalimantan Selatan
Rantau (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, menyebut ketersediaan pompa air belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan kekeringan yang melanda lahan pertanian saat kemarau.
Kepala Dinas Pertanian Tapin Mohammad Triasmoro mengatakan, pemerintah daerah sebelumnya telah menyediakan pompa guna membantu petani memperoleh pasokan air dan mengurangi risiko tanaman terdampak kekeringan.
Baca juga: PUPR Tapin tingkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi
"Untuk pompa air sudah kami siapkan, untuk mengantisipasi kekeringan ini," kata Triasmoro di Rantau, Kabupaten Tapin, Selasa.
Dia menyebutkan, petani yang mengalami kesulitan memperoleh air untuk lahan pertanian dapat berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Namun, kata dia, keberadaan pompa tidak otomatis dapat digunakan apabila petani tidak menemukan sumber air yang masih tersedia di sekitar lahan.
"Saat ini kendalanya bukan berada pada ketersedian pompa air, namun ketersedian sumber airnya yang sulit dicari," ujarnya.
Triasmoro mengungkapkan, sebagian masyarakat telah memiliki pompa secara mandiri. Meski demikian, peralatan tersebut tetap bergantung pada keberadaan sumber air yang dapat dialirkan menuju lahan pertanian.
Penanganan kekeringan tidak hanya diarahkan pada penyediaan sarana pompa, ucap Triasmoro, tetapi juga pemantauan terhadap sumber air yang masih memungkinkan dimanfaatkan untuk menyelamatkan tanaman yang belum dipanen.
Baca juga: Kemarau picu harga cabai rawit merah di Tapin melonjak 80 persen
"Kondisi kekeringan ini membuat petani menghadapi risiko penurunan hasil hingga gagal panen apabila periode tanpa hujan berlangsung lebih lama, terutama pada lahan yang tidak memiliki sumber air alternatif," tambahnya.
Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.