Diterjang banjir, jembatan akses ke irigasi dan kebun di Abdya putus
Kami sangat berharap dan meminta pemerintah daerah untuk segera membangun kembali jembatan ini, karena ini merupakan urat nadi perekonomian warga
Banda Aceh (ANTARA) - Jembatan penghubung pemukiman penduduk dengan irigasi serta lahan perkebunan di Gampong (desa) Adan, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), putus total setelah diterjang banjir bandang akibat hujan deras di wilayah setempat.
"Kami sudah menerima laporan detail mengenai putusnya jembatan irigasi di Desa Adan tersebut," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Rahwadi di Abdya, Jumat.
Berdasarkan pantauan ANTARA di lapangan, kondisi jembatan mengalami kerusakan struktural yang sangat parah. Seluruh badan jalan serta fondasi penyangga jembatan amblas ke dasar sungai dan menyisakan lubang menganga.
Baca juga: Kementerian PU gerak cepat tangani Jembatan Aih Bobo terdampak banjir
Kemudian, beberapa unit pipa beton (culvert) yang sebelumnya berfungsi sebagai gorong-gorong penyaluran air juga bergeser tak beraturan dan mencuat di tengah timbunan tanah longsor.
Rahwadi mengatakan pihaknya segera melakukan koordinasi intensif dengan kepala daerah guna merumuskan langkah penanganan putusnya jembatan tersebut.
Ia menambahkan percepatan perbaikan fasilitas publik ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah demi memastikan mobilitas masyarakat kembali lancar.
Baca juga: Menteri PU siap bangun flyover untuk atasi banjir di Aceh Tenggara
"Kami segera membangun kembali akses darurat maupun permanen di sana agar roda perekonomian para petani dan pekebun dalam mengeluarkan hasil panen menjadi lancar kembali tanpa hambatan," kata Rahwadi.
Salah seorang tokoh masyarakat Gampong Adan, Iskandar, mengatakan jembatan yang putus tersebut merupakan satu-satunya akses warga ke bendungan irigasi dan kebun.
Ia menuturkan lumpuhnya jalur ini berdampak terhadap ekonomi warga desa. Petani dan pekebun kini terisolasi dari lahan mereka dan terancam mengalami kerugian besar karena tidak dapat mengangkut hasil panen untuk dibawa ke pasar.
"Kami sangat berharap dan meminta pemerintah daerah untuk segera membangun kembali jembatan ini, karena ini merupakan urat nadi perekonomian warga," ucap Iskandar.
Baca juga: Pemkab pastikan jembatan terdampak banjir di Bireuen dibangun kembali
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.