peezycoineth.vip

DKI Andalkan Creative Financing untuk Percepat Transformasi Bantargebang Menuju Zero Open Dumping

2026-07-24 06:47

Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengandalkan skema creative financing untuk mempercepat transformasi TPST Bantargebang menuju sistem controlled landfill dan penghentian praktik open dumping. Skema pembiayaan alternatif ini disiapkan untuk melengkapi pendanaan dari APBD sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin mengatakan perubahan sistem pengelolaan sampah di Bantargebang membutuhkan dukungan pembiayaan yang tidak hanya bertumpu pada APBD. Sebab, transformasi tersebut juga memerlukan pembangunan infrastruktur hingga penerapan teknologi.

"Transformasi TPST Bantargebang tetap didukung melalui APBD dan sumber pembiayaan lainnya. Creative financing menjadi salah satu skema pendukung untuk memperluas kolaborasi sekaligus mempercepat penyediaan fasilitas yang dibutuhkan," kata Dudi dalam keterangannya, Jumat, 24 Juli.

Menurut Dudi, kolaborasi dengan sektor swasta mulai diwujudkan melalui penyediaan material penutup dan geomembran yang dibutuhkan dalam penerapan controlled landfill. Material tersebut berfungsi menutup timbunan sampah sehingga pengelolaannya menjadi lebih terkendali.

Penggunaan material penutup juga dinilai penting untuk mengurangi bau, membatasi masuknya air hujan ke dalam timbunan sampah, serta menekan pembentukan air lindi yang berpotensi mencemari lingkungan.

Dalam tahap awal kolaborasi tersebut, PT Indocement Tunggal Prakarsa dan PT Pertamina Retail memberikan dukungan berupa penyediaan material penutup dan geomembran untuk mendukung transformasi TPST Bantargebang.

Dudi menilai keterlibatan dunia usaha menjadi salah satu langkah untuk mempercepat perubahan sistem pengelolaan sampah tanpa mengurangi tanggung jawab pemerintah dalam pembiayaan proyek tersebut.

"Kami mengapresiasi perusahaan yang telah berkontribusi. Kami juga mengundang korporasi lain untuk terlibat dalam transformasi TPST Bantargebang melalui program CSR, dukungan infrastruktur, penerapan teknologi, maupun bentuk kolaborasi lainnya," tutur dia.

Ia menegaskan, kolaborasi dengan dunia usaha hanya menjadi penguat bagi program yang tetap dibiayai melalui APBD dan sumber pembiayaan lain yang sah.

"Transformasi TPST Bantargebang membutuhkan kerja bersama. Semakin luas kolaborasi yang terbangun, semakin besar pula dukungan untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih aman, modern, dan ramah lingkungan," ungkap Dudi.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+