peezycoineth.vip

DLH Bantul tingkatkan mesin TPST Modalan untuk optimalkan olah sampah

2026-07-12 10:34

DLH Bantul tingkatkan mesin TPST Modalan untuk optimalkan olah sampah

Minggu, 12 Juli 2026 17:34 WIB

Image Print

Bangunan TPST Modalan Bantul yang berlokasi di Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (ANTARA/HO-Humas Pemda DIY)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul meningkatkan kapasitas mesin pengolah sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Modalan, Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), guna mengoptimalkan pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho di Bantul, Minggu, mengatakan peningkatan fasilitas TPST Modalan menjadi salah satu program prioritas pada tahun 2026 dengan dukungan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Anggaran perbaikan tersebut bersumber dari APBN melalui Kementerian PU yang saat ini masih dalam proses pengadaan," katanya.

Bambang menjelaskan anggaran tersebut tidak digunakan untuk menambah unit insinerator baru, melainkan memperbaiki sekaligus meningkatkan kinerja mesin yang sudah ada agar kapasitas pengolahan sampah menjadi lebih optimal.

"Mulai dari alat pengering, bag opener, dan beberapa peralatan lainnya yang saat ini belum bekerja secara maksimal," ujar dia.

Ia berharap proses pengadaan dapat segera rampung sehingga peningkatan fasilitas dapat diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan.

"Harapannya prosesnya bisa selesai selama enam bulan sehingga pada akhir tahun ini mesin pengolah sampah di TPST Modalan sudah selesai diperbaiki dan ditingkatkan," katanya.

Menurut Bambang, saat ini TPST Modalan baru memiliki satu unit mesin insinerator yang belum beroperasi secara maksimal karena mengalami kerusakan pada salah satu komponennya akibat angin kencang beberapa waktu lalu.

Melalui perbaikan dan peningkatan tersebut, kapasitas pengolahan sampah di TPST Modalan ditargetkan meningkat dari sekitar 18 ton per hari menjadi 25 hingga 30 ton per hari.

"Kalau sekarang hanya mampu mengolah sekitar 18 ton, harapannya nanti bisa mencapai 25 sampai 30 ton per hari," ujar dia.

Sementara itu, Kepala UPTD Kebersihan, Persampahan, dan Pertamanan DLH Bantul Arief Nurul Umam mengatakan TPST Modalan yang beroperasi sejak 2024 tidak hanya mengolah sampah melalui insinerator, tetapi juga mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dan residu anorganik dikirim ke industri daur ulang sebagai bahan campuran pembuatan paving block.

Menurut Arief, kapasitas pengolahan sampah di TPST Modalan belum optimal karena mesin praperawatan dan insinerator masih mengalami sejumlah kendala teknis, terutama pada sistem pembuangan abu.

"Sampah organik yang terlalu basah juga membutuhkan waktu pembakaran yang sangat lama," ujar dia.

Pada tahun ini, lanjut dia, TPST Modalan akan mendapat tambahan dan peningkatan sejumlah fasilitas pendukung, antara lain penggantian mesin crusher menjadi dua unit bulky shredder untuk menghancurkan sampah berukuran besar, dan penambahan dua unit mesin pencacah anorganik Refuse Derived Fuel (RDF).

Selain itu, juga ada penambahan mesin pengering (rotary dryer) untuk menurunkan kadar air sampah organik, retrofitting insinerator dengan penambahan lubang pengeluaran abu, serta perubahan tata letak fasilitas guna mengoptimalkan proses pengolahan sampah.

"Dengan penambahan dan peningkatan fasilitas tersebut diharapkan proses pengolahan sampah di TPST Modalan menjadi lebih efektif dan kapasitasnya semakin optimal," katanya.

Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026