DPKP Kotim gencarkan vaksinasi rabies dengan jemput bola
DPKP Kotim gencarkan vaksinasi rabies dengan jemput bola
Minggu, 26 Juli 2026 20:07 WIB
Petugas DPKP Kotim saat memberikan vaksinasi rabies di wilayah Kecamatan Baamang, Kamis (23/7/2026). ANTARA/HO-DPKP Kotim
Sampit (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terus memperluas cakupan vaksinasi rabies lewat layanan jemput bola, dengan mendatangi langsung rumah warga untuk memberikan vaksin kepada hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing dan kera.
“Kami melaksanakan vaksinasi rabies pada hewan penular rabies sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit serta melindungi kesehatan masyarakat maupun hewan peliharaan,” kata Kepala DPKP Kotim Yephi Hartady Periyanto di Sampit, Minggu.
Ia menjelaskan, strategi jemput bola dipilih agar layanan kesehatan hewan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat sekaligus mempercepat pencapaian target vaksinasi rabies di daerah.
Program tersebut saat ini difokuskan di wilayah perkotaan, yakni Kecamatan Baamang dan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Melalui pola pelayanan dari rumah ke rumah, pemilik hewan tidak perlu mendatangi lokasi vaksinasi sehingga diharapkan partisipasi masyarakat semakin meningkat.
“Vaksinasi dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah di wilayah Kecamatan Baamang dan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang,” ujarnya.
Ia melanjutkan, pendekatan tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu maupun akses untuk membawa hewan peliharaan ke lokasi pelayanan yang disediakan pemerintah.
Baca juga: BPBD Kotim imbau perusahaan bantu pasok air bersih dan padamkan karhutla
Selain memperluas jangkauan pelayanan, metode tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi sebagai langkah pencegahan terhadap rabies.
“Metode jemput bola ini bertujuan mempermudah masyarakat memperoleh layanan vaksinasi bagi hewan peliharaannya, sekaligus meningkatkan cakupan vaksinasi rabies di daerah,” terangnya.
Yephi mengingatkan rabies merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia melalui gigitan maupun cakaran hewan yang telah terinfeksi virus rabies. Penyakit tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius apabila tidak dicegah sejak dini.
Oleh sebab itu, vaksinasi terhadap hewan penular rabies menjadi salah satu langkah utama untuk memutus rantai penularan sekaligus memberikan perlindungan bagi hewan dan masyarakat.
Ia mengimbau seluruh pemilik anjing, kucing maupun kera di Kotim memanfaatkan program vaksinasi gratis yang disediakan pemerintah daerah agar semakin banyak hewan peliharaan memperoleh kekebalan terhadap rabies.
DPKP Kotim berharap dukungan masyarakat terhadap program tersebut terus meningkat sehingga risiko penyebaran rabies dapat ditekan, sekaligus memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan hewan dan keselamatan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat yang memiliki hewan penular rabies untuk ikut berpartisipasi dalam program vaksinasi sebagai langkah mencegah rabies dan mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, serta bebas rabies,” demikian Yephi.
Baca juga: PT HSL membangun ekosistem pemberdayaan dari kaderisasi lokal, koperasi hingga pertumbuhan warung menjadi pasar
Baca juga: Karhutla meningkat, PT Globalindo Alam Perkasa perkuat upaya pemadaman dan edukasi pencegahan bersama masyarakat
Baca juga: Masyarakat Kotim diimbau tidak menganggap remeh perundungan pada anak
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.