DPKP Sumedang menyiapkan pengembangan potensi budidaya bawang putih - ANTARA News Jawa Barat
Sumedang (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menyebut budi daya bawang putih di daerah itu memiliki potensi untuk dikembangkan setelah melalui uji coba penanaman seluas satu hektare.
Kepala DPKP Kabupaten Sumedang Tono Suhartono di Sumedang, Rabu, mengatakan proyek percontohan tersebut menjadi langkah awal untuk melihat kesesuaian budi daya bawang putih dengan kondisi di Sumedang.
"Kita piloting project satu hektare dulu karena penanaman bawang putih di Sumedang merupakan hal yang baru. Nanti tenaga ahli kita libatkan, biar bisa kontinuitas pengembangan produksinya. kita akan terus bantu untuk tahun depan (2027)," ujar dia.
Menurut dia, wilayah penanaman berada pada ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl), yang masih berada dalam kisaran ketinggian 1.000-1.400 mdpl yang dinilai sesuai untuk pertumbuhan bawang putih.
Terlebih data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumedang menyebut wilayah dengan ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) di daerah tersebut mencapai sekitar 17.464,78 hektare.
Kondisi geografis itu menjadi salah satu potensi yang dapat mendukung pengembangan komoditas hortikultura dataran tinggi, termasuk bawang putih.
Sejumlah wilayah Sumedang memiliki kawasan dengan ketinggian lebih dari 1.000 mdpl, antara lain Kecamatan Sukasari, Cimanggung, Cibugel, Rancakalong, Pamulihan, Sumedang Selatan, Situraja, Darmaraja dan Wado.
Sementara itu, Tono mengatakan potensi hasil budidaya sangat bergantung pada perawatan dengan produktivitas dapat mencapai 15-20 ton per hektare dengan perawatan optimal, sedangkan pada perawatan biasa berada pada kisaran 7-10 ton per hektare.
"Kalau perawatannya bagus, prestasinya kita antara 15-20 ton per hektare. Kalau biasa-biasa saja itu kisaran 7-10 ton," katanya.
Ia menilai pengembangan bawang putih menjadi tantangan baru bagi petani Sumedang karena komoditas tersebut belum umum dibudidayakan di daerah itu.
Namun, apabila hasil uji coba menunjukkan hasil yang baik, pihaknya akan mendorong perluasan areal tanam secara bertahap hingga minimal lima hektare.
Tono mengatakan pengembangan bawang putih tersebut juga sejalan dengan upaya mendukung swasembada bawang putih nasional karena Indonesia masih membutuhkan pasokan dari luar negeri.
"Intinya, kita tujuannya untuk swasembada bawang putih. Mudah-mudahan dengan adanya kerja sama atau kolaborasi ini dapat meningkatkan produksi bawang putih di Indonesia, khususnya Sumedang," katanya.
Ia menambahkan program tersebut dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah, kelompok tani, TNI dan Polri untuk mendorong pengembangan komoditas pertanian di Sumedang.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.