DPP Kota Jambi sebut cuaca dan musim pengaruhi pasokan cabai di Jambi - ANTARA News Jambi
Kota Jambi (ANTARA) - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Jambi menyebut faktor cuaca dan musim memengaruhi pasokan cabai dari sejumlah daerah penghasil ke pasar di kota setempat.
Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan dan Stabilisasi Bapokting DPP Kota Jambi Dadan Sulaiman di Jambi, Selasa, mengatakan pengurangan pasokan turut memengaruhi harga cabai, terutama beberapa cabai yang saat ini berada di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP).
Sejumlah harga cabai di pasar tradisional Kota Jambi masih berada di atas harga acuan pemerintah sebesar Rp55 ribu per kilogram.
"Pedagang menginformasikan di atas harga acuan pemerintah, berkurangnya pasokan dari daerah penghasil dikarenakan faktor cuaca dan musim," katanya.
Berdasarkan pemantauan harga Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi pada 1 September 2026, harga cabai rawit merah di Pasar Rakyat Talang Banjar dan Pasar Angso Duo Jambi mencapai Rp70 ribu per kilogram.
Harga tersebut turun dibandingkan sehari sebelumnya mencapai Rp75 ribu per kilogram, kata dia, harga cabai rawit merah masih berada sebesar Rp70 ribu di atas harga acuan pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp55 ribu per kilogram.
Sementara harga cabai rawit hijau pada kedua pasar tersebut turun dari Rp46 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.
Harga cabai merah besar dan cabai merah kecil relatif stabil, masing-masing sebesar Rp32 ribu per kilogram.
Dadan mengatakan DPP Kota Jambi terus memantau perkembangan harga dan pasokan komoditas pangan di sejumlah pasar.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok sekaligus mengantisipasi dampak perubahan pasokan terhadap harga di tingkat konsumen.
Pemerintah daerah setempat juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga pangan di Kota Jambi.
Pewarta: Melli Andani
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.