DPR dorong penguatan infrastruktur dan pembiayaan ekraf Jatim - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - DPR RI mendorong penguatan infrastruktur, fasilitas pendukung, dan akses pembiayaan sebagai fondasi pengembangan ekonomi kreatif di Jawa Timur agar mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
"Infrastruktur sangat penting bagi kemajuan ekonomi kreatif. Jika pelaku ekonomi kreatif tidak difasilitasi dengan infrastruktur serta sarana dan prasarana yang memadai, maka sulit berbicara mengenai kemajuan sektor ini," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim saat reses ke Surabaya, Jawa Timur, Jumat.
Chusnunia menegaskan pemerintah daerah bersama kementerian terkait perlu memastikan tersedianya infrastruktur dan fasilitas yang mendukung pelaku ekonomi kreatif untuk berkarya dan mengembangkan usahanya.
"Kalau fasilitasi itu tidak diberikan, maka tidak masuk akal jika kita berharap ekonomi kreatif bisa maju. Padahal masa depan ekonomi ada pada ekonomi kreatif," ujarnya.
Ia mengatakan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyediaan infrastruktur dan sarana prasarana, hingga perluasan akses pembiayaan.
Menurut Chusnunia, karakteristik ekonomi kreatif berbeda dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada umumnya karena lebih banyak bertumpu pada ide, kreativitas, dan karya yang bersifat tidak berwujud (intangible).
"UMKM memiliki produk yang nyata, ada aset yang dapat dijadikan jaminan. Sementara ekonomi kreatif banyak bertumpu pada ide dan karya yang tidak berwujud. Jika pembiayaan hanya diberikan kepada sektor yang memiliki aset fisik, maka pelaku ekonomi kreatif akan terus kesulitan mendapatkan akses pendanaan," katanya.
Ia menilai kemudahan memperoleh pembiayaan menjadi salah satu faktor penting agar pelaku ekonomi kreatif mampu menghasilkan karya yang lebih inovatif, berdaya saing, dan naik kelas.
Oleh sebab itu, Komisi VII DPR meminta Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Kementerian Ekonomi Kreatif mencari skema pembiayaan yang lebih sesuai dengan karakteristik sektor ekonomi kreatif.
Sementara itu, tambah dia, pemerintah kini telah menghadirkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus ekonomi kreatif pada tahun ini sebagai langkah awal memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kreatif.
"Ke depan kami berharap plafonnya bisa ditingkatkan dan mekanismenya dipermudah, khususnya bagi pelaku ekonomi kreatif," ujar Chusnunia.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.