peezycoineth.vip

DPR sebut tragedi Sade momentum perkuat cegah kebakaran kampung adat - ANTARA News Megapolitan

2026-08-24 06:14

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi XIII DPR RI Saadiah Uluputty memandang tragedi kebakaran di Kampung Adat Sade, Nusa Tenggara Barat, harus menjadi momentum memperkuat sistem pencegahan dan mitigasi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman adat dan destinasi wisata budaya. 

"Kita berduka untuk Sade, tetapi dari duka ini harus lahir evaluasi dan pembenahan. Jangan sampai kejadian serupa terulang di kawasan adat lainnya,” kata Saadiah dikutip di Jakarta, Senin. 

Menurutnya, penguatan sistem pencegahan dan mitigasi itu dapat dilakukan melalui penguatan kesiapsiagaan masyarakat, pemetaan risiko, penyediaan sarana penanganan kebakaran, serta peningkatan koordinasi antara pemerintah, pengelola destinasi, masyarakat adat, dan pihak terkait. 

Saadiah berpandangan bahwa langkah pencegahan juga penting untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga keberadaan kawasan adat dan warisan budaya yang menjadi daya tarik wisata.  

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar penanganan kebakaran tidak berhenti pada pemulihan pascabencana, tetapi juga harus dipastikan penyebab kebakaran diketahui secara terang dan dapat dipertanggungjawabkan.  

“Saya meminta agar penyebab kebakaran Desa Adat Sade diusut tuntas. Jangan sampai setelah api padam, pertanyaan masyarakat justru dibiarkan tanpa jawaban," kata dia.  

Saadiah menilai Sade bukan sekadar kumpulan rumah warga, melainkan juga bagian penting dari identitas, sejarah, dan warisan budaya masyarakat Sasak.

“Yang terbakar bukan hanya bangunan. Ada rumah, ada kenangan, ada sejarah, ada warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, negara harus hadir,” ucapnya.  

Diketahui, pada saat ini, aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan tim Inafis untuk mengumpulkan barang bukti, mendokumentasikan lokasi, serta meminta keterangan saksi dan warga terdampak. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

Saadiah meminta penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, objektif, dan berbasis bukti, termasuk dengan melibatkan pemeriksaan laboratorium forensik bila diperlukan.

“Kita tidak boleh terburu-buru menyimpulkan penyebabnya. Apakah faktor kelistrikan, kelalaian, atau faktor lainnya, semuanya harus dibuktikan melalui penyelidikan yang profesional. Masyarakat berhak mengetahui kebenarannya,” ujar Saadiah.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali secara fisik. Pemulihan harus memperhatikan keberlangsungan kehidupan masyarakat serta kelestarian nilai adat dan budaya Sade.

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.