peezycoineth.vip

DPRD Jambi pelajari ekosistem pangan dan UMKM DKI Jakarta - ANTARA News Jambi

2026-09-18 15:41

Kota Jambi (ANTARA) - Komisi II DPRD Provinsi Jambi pelajari ekosistem pangan dan UMKM DKI Jakarta saat melaksanakan kunjungan studi banding ke Biro Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta.

Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam upaya menggali model penguatan ekonomi daerah, khususnya terkait integrasi distribusi pangan, pengembangan UMKM, pengendalian harga, pembiayaan usaha, hingga perluasan akses pasar.

"Pelajaran penting dari DKI Jakarta adalah bahwa stabilitas harga tidak cukup dijaga melalui pasar murah, pemerintah harus memastikan pasokan tersedia, jalur distribusi efisien, data harga dan stok dapat dipantau, serta produsen memperoleh harga yang adil," kata Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata melalui keterangan di Jambi, Jumat. 

Ia menjelaskan kegiatan tersebut dinilai penting untuk mendapatkan informasi terkait proses distribusi sebelum masuk ke pasar. 

Bagi DPRD Jambi, pengalaman DKI Jakarta menunjukkan bahwa penguatan UMKM dan stabilitas pangan tidak dapat berjalan terpisah, melainkan membutuhkan ekosistem terencana dari hulu ke hilir. 

Rantai tersebut menghubungkan petani, koperasi tani, pusat pengumpulan kabupaten, pangan provinsi, hingga pasar modern, industri-hotel-restoran dan pasar ekspor. 

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga mempelajari peran Pasar Induk Kramat Jati sebagai salah satu pusat rantai pasok pangan utama Jakarta.

Selain masalah pangan, rombongan DPRD Jambi mendalami model pembinaan terintegrasi Jakarta Entrepreneur (JakPreneur) yang mencakup fasilitasi pendaftaran, pelatihan, pendampingan, perizinan, pemasaran, laporan keuangan, hingga permodalan. 

Data Pemprov DKI per 10 Juli 2026 mencatat peserta binaan JakPreneur mencapai 422.617 usaha, dengan 344.704 atau 81,56 persen berstatus aktif.

Di situ, terdapat enam instrumen penguat ekosistem yang diusung dalam konsep tersebut, meliputi standardisasi mutu, pengemasan dan gudang (cold storage), data harga dan stok secara real-time, digitalisasi perdagangan, pembiayaan dan resi gudang, serta kesepakatan kontrak pembelian.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Provinsi Jambi akan mendorong penguatan instrumen kebijakan daerah seperti neraca komoditas, satu data UMKM, sistem peringatan dini harga dan stok, penguatan BUMD pangan, fasilitas rantai dingin, hingga belanja produk lokal.

"Yang kita ingin bangun adalah ekosistem. Produsen kuat, agregasi melalui koperasi dan BUMD, produk terstandardisasi, distribusi efisien, pasar pasti, transaksi meningkat, dan kesejahteraan masyarakat Jambi ikut naik. Itu yang menjadi arah kebijakan yang harus kita dorong," tutupnya.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.