peezycoineth.vip

Dua Muktamar Ormas Mengiringi HUT ke-81 RI

2026-08-23 16:48

SETELAH perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Imdonesia (RI) dengan semua harapan dan dinamika pidato Presiden Prabowo Subianto, ada dua muktamar ormas Islam yang mengikutinya yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Wahdah Islamiyah.

HUT RMOL news

Muktamar NU yang akan digelar di Jombang Jawa Timur pada 27-31 Agustus 2026 telah mendapat perhatian cukup besar dari public, terutama terkait pemilihan ketum PBNU dan Rois Am.

Muktamar NU kali ini lebih dramatis karena  diadakan pasca tragedi saling pecat di tingkat pimpinan. Sementara Muktamar Wahdah Islamiyah relatif lebih soft. Meski keduanya kemungkinan akan dihadiri dan dibuka acaranya oleh Presiden Prabowo.

Teringat ungkapan Robert Michels: "Who says organisation, says oligarchy". Siapa yang bicara organisasi, ia bicara oligarki. Semakin besar organisasi, maka semakin kompleks kepentingannya, terutama di lingkaran elitnya.

Meski tidak sebesar NU, Wahdah Islamiyah telah merintis perjuangannya sejak tahun 2002. Selama 24 tahun, ormas Islam yang dipimpin oleh Prof. Dr. K.H. Zaitun Rasmin ini tergolong cukup cepat dalam mengembangkan organisasinya hingga ada di 37 provinsi dan lebih dari 400 kabupaten/kota.

Meski masih jauh lebih muda usianya dibanding NU (lahir tahun 1926) dan Muhammadiyah (lahir tahun 1912), Wahdah Islamiyah, ormas yang lahir tepat 14 Februari 2002 ini telah memiliki lebih dari 400 sekolah di 37 provinsi. Selain juga mendirikan beberapa perguruan tinggi.

Ini tentu merupakan capaian yang cukup luar biasa. Upaya Wahdah Islamiyah untuk menjadi ormas terbesar ketiga di Indonesia sudah mulai menunjukkan indikatornya.

Jika Muktamar NU ke-35 dihadiri oleh Kokam Muhammadiyah, Wahdah Islamiyah dalam muktamar ke-5 ini mengundang sejumlah tokoh lintas ormas seperti K.H. Muhammad Najih Maimoen, Ahmad Bahauddin Nursalim alias Gus Baha, Ustaz Abdul Somad, Ustaz Das'ad Latif dan Ustaz Adi Hidayat.

Tamsil Linrung selaku Ketua Panitia Muktamar Wahdah Islamiyah V, yang juga Wakil Ketua DPD RI menyampaikan bahwa Muktamar Wahdah Islamiah kali ini mengusung tema: “Memantapkan persatuan dan kolaborasi menuju Indonesia Berkah” telah diawali dengan serial diskusi tentang Arah Indonesia.

Nampaknya, Muktamar yang digelar pada 21-25 Agustus di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur ini difokuskan untuk mengawal dan mendorong Indonesia menuju baldatun thoyyibatun warabbun ghofur.

Petikan kalimat dari Kitab Suci Umat Islam ini juga menjadi harapan yang selama ini digaungkan cukup kuat oleh kaum Nahdhiyin.

Muktamar NU dan Wahdah Islamiyah pasca HUT kemerdekaan RI ke-81 diharapkan akan mampu memperjelas dan mempertegas dorongannya kepada bangsa ini untuk menjadi lebih baik.

Terpilihnya para pimpinan dua ormas ini diharapkan juga akan memberi pengaruh bagi perjalanan bangsa Indonesia kedepan sesuai arah yang dicita-citakan saat kemerdekaan.

Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.