Dua Ribu Orang Mengungsi Terdampak Gempa NTT, Posko Penanggulangan Bencana Diaktifkan
AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 38 orang meninggal dunia akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Sabtu (15/8/2026) sore.
Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, mengatakan, selain korban tewas, terdapat dua orang mengalami luka berat dan 11 luka ringan.
Hingga kini tercatat sebanyak 2.000 warga mengungsi secara mandiri.
"Korban jiwa, per (pukul) 15 WIB, terdata 38 jiwa meninggal dunia, dua jiwa luka berat, 11 luka ringan. Dan dua ribu jiwa mengungsi secara mandiri," kata Suharyanto, dalam konferensi pers daring.
Tiga korban meninggal dunia tercatat di Kabupaten Sikka, atas nama Meliana Neno (3 tahun), Maria berusia (60 tahun), serta satu korban yang masih dalam proses identifikasi. Selain itu, terdapat dua korban luka ringan.
Baca Juga: Prabowo Tugaskan Tim Gabungan dan Kirim Bantuan, Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT
Di Kabupaten Manggarai tercatat 16 korban meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, enam korban telah teridentifikasi, yakni atas nama Stefanus, Tabida, Neno, Resmi, Kanus, dan Jul. Sedangkan sebanyak 10 korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
Adapun di Kabupaten Manggarai Timur terdapat 17 korban meninggal dunia. Seluruh korban masih dalam proses identifikasi.
Suharyanto menjelaskan, BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait sepakat mengaktifkan posko penanggulangan bencana. Posko tersebut akan menangani kebutuhan terkait penanggulangan bencana di wilayah terdampak.
"Jadi, semua hal-hal ketentuan berkaitan dengan penanggulangan bencana ini akan diaktifkan," katanya.
Sebagai prioritas awal penanganan, BNPB mencari dan menolong warga yang masih membutuhkan.
Baca Juga: BNPB Catat 31 Kali Gempa Susulan Terjadi di NTT
Berdasarkan informasi gubernur NTT, terdapat warga yang diduga masih terjebak di reruntuhan sejumlah bangunan.
Pemerintah, melalui Kementerian Sekretariat Negara, juga mengirimkan 50.000 paket sembako untuk korban terdampak gempa.
"Ini segera kami akan kirimkan untuk membantu dukungan logistik awal di daerah bencana," katanya.
BNPB dan unsur terkait juga telah menyiapkan cadangan logistik bagi warga terdampak. Bantuan dari pemerintah pusat akan dikirimkan ke wilayah bencana.
"Kami juga menyiapkan cadangan logistik untuk masyarakat yang terdampak. Tentu saja berminggu-minggu atau bulan-bulan yang lalu ini di gudang masih banyak barang-barang yang nanti kita akan geser ke daerah terdampak bencana gempa," jelas Suharyanto.
Baca Juga: DPR Sampaikan Duka Gempa NTT, Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban