peezycoineth.vip

Dubes AS: Iran fokus cairkan aset dalam perundingan dengan AS - ANTARA News Gorontalo

2026-08-10 08:30

Washington (ANTARA) - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Mike Waltz mengeklaim bahwa Iran diduga memprioritaskan persoalan keuangan, khususnya pencairan aset yang dibekukan, dalam negosiasi dengan AS.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington bernegosiasi dengan Teheran dengan tempo yang setengah hati, sementara kondisi ekonomi Iran disebut memburuk.

“Warga Iran saat ini lebih takut kepada Menteri Keuangan (Scott) Bessent daripada Menteri Perang (Pete) Hegseth. Ketika mereka datang ke meja perundingan dengan negosiator kami, mereka berbicara tentang uang, uang, uang, karena mereka akan menanggung pemboman. Mereka tidak peduli dengan militer mereka,” kata Waltz kepada Fox News.

Ia menambahkan bahwa hal tersebut tepat seperti yang dimaksud Trump ketika berbicara mengenai tekanan terhadap Teheran.

“Hal itu, ditambah dengan blokade, pada akhirnya akan membuat warga Iran bergerak,” kata Waltz.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Trump menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang dicapai dengan Teheran pada 18 Juni tidak lagi berlaku.

Setelah itu, pasukan AS melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menjelaskan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap provokasi terhadap kapal-kapal sipil yang berlayar melalui Selat Hormuz.

Militer Iran merespons dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di sejumlah negara Timur Tengah.

Teheran juga menuduh Washington melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS klaim Iran prioritaskan pembekuan aset dalam negosiasi damai

Pewarta: Katriana
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.