Edi Nasapta surati Basarnas minta pencarian empat nelayan Belitung yang hilang dimaksimalkan - ANTARA News Bangka Belitung
Pangkalpinang (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Nasapta menyurati Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI untuk meminta perhatian khusus dalam pencarian empat nelayan asal Belitung yang hilang setelah kapal mereka mengalami kecelakaan di perairan Pulau Pengikik, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
Edi mengatakan surat tersebut disampaikan setelah dirinya mendapat informasi mengenai musibah KM Putra Buluh dari Ketua DPW Partai NasDem Kepulauan Bangka Belitung Fendi Haryono.
"Saya mendapatkan informasi ini dari Ketua DPW NasDem Babel, Kak Fendi Haryono. Setelah saya baca dan mengetahui bahwa ternyata kapal ini berangkat dari Tanjung Pandan dan empat nelayan kita masih hilang, saya langsung membuat surat kepada Kepala Basarnas RI untuk meminta bantuan dan atensi agar pencarian ini bisa disikapi dengan cepat dan dimaksimalkan," kata Edi di Pangkalpinang, Selasa.
Ia berharap Basarnas dapat memaksimalkan operasi pencarian dengan mempertimbangkan berbagai faktor teknis, termasuk kondisi cuaca, arus laut, serta kemungkinan pergeseran posisi para korban.
"Kita memahami mencari orang hilang di laut bukan perkara mudah. Tim SAR tentu lebih memahami kondisi dan teknis di lapangan. Kita hanya memohon agar seluruh upaya yang memungkinkan bisa dimaksimalkan," ujarnya.
Empat nelayan yang masih dalam pencarian tersebut yakni Samsir Arwan (27), Andi Syamsu (53), Muhammad Irfan (28), dan Agustono (28).
Sementara seorang nelayan lainnya, Khairul (30), berhasil selamat setelah menggunakan tutup fiber sebagai alat bantu apung. Khairul kemudian ditemukan dan dievakuasi oleh KM Lima Saudara Kandung.
Menurut Edi, pencarian terhadap para korban perlu mendapat perhatian karena keluarga mereka di Belitung masih menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota keluarganya.
"Kasihan keluarga mereka yang menunggu. Sudah beberapa hari belum ada kepastian. Kita tentu berharap mereka segera ditemukan. Itu sebabnya saya langsung meminta bantuan Basarnas agar pencarian terhadap empat nelayan kita ini mendapatkan perhatian," katanya.
Edi juga mengapresiasi Kantor SAR Tanjungpinang bersama seluruh unsur yang telah melakukan operasi pencarian.
Ia berharap koordinasi antara Kantor SAR Tanjungpinang, Kantor SAR Pangkalpinang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pemerintah Kabupaten Belitung dan pihak terkait lainnya terus diperkuat agar pencarian dapat berjalan maksimal serta informasi perkembangannya dapat segera disampaikan kepada keluarga korban.
"Kita berterima kasih kepada Basarnas dan semua pihak yang sudah bekerja di lapangan. Sekarang yang terpenting bagaimana pencarian terus dimaksimalkan. Keluarga mereka di Belitung sedang menunggu dan kita semua tentunya berharap ada kabar baik," ujarnya.
Sebelumnya, KM Putra Buluh dilaporkan membawa lima nelayan dan bertolak dari Tanjung Pandan, Pulau Belitung, Senin (3/8) sekitar pukul 07.00 WIB menuju perairan Pulau Pengikik untuk melakukan aktivitas memancing.
Kapal tersebut berada di perairan Pulau Pengikik sejak 4 hingga 7 Agustus 2026. Pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 02.00 WIB, KM Putra Buluh dilaporkan ditabrak kapal kargo yang sedang berlayar menuju Kalimantan.
Akibat benturan tersebut, KM Putra Buluh mengalami kerusakan berat hingga terbelah menjadi dua bagian.
Kantor SAR Tanjungpinang kemudian berkoordinasi dengan sejumlah pihak dalam operasi pencarian, di antaranya SROP Tanjungpinang, KSOP Kelas II Tanjungpinang, HNSI Kepulauan Riau, Kantor SAR Pangkalpinang, dan pemilik kapal.
Koordinasi juga dilakukan dengan Kantor SAR Pontianak untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan korban sekaligus memperoleh dukungan unsur kapal SAR dalam operasi pencarian.
Pewarta: Elza Elvia
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.