peezycoineth.vip

Fakta Baru! Ternyata Bir Sudah Diperjualbelikan Sejak 4.000 Tahun Lalu

2026-07-20 12:00

Jakarta -

Sebuah temuan kuno mengungkap fakta tentang bir. Sejak 4.000 tahun silam ternyata sudah ada transaksi penjualan bir.

Tak sekadar meneliti tentang fosil hewan purba, arkeolog juga kerap memecahkan teka-teki dari kehidupan di masa lampau. Bahkan dokumen dari ribuan tahun lalu juga bisa diungkapkan oleh arkeolog.

Baru-baru ini sebuah struk dari era Mesopotamia berhasil dipecahkan. Dilansir dari Times of India, (18/7/2026), sebuah benda persegi panjang yang terbuat dari tanah diidentifikasikan sebagai tablet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tablet tanah liat itu awalnya hanya dianggap sebagai artefak biasa di koleksi museum. Namun setelah dilakukan penelitian lebih mendalam, para ahli berhasil mengidentifikasinya sebagai sebuah tanda terima atau bukti transaksi bir.

bir perutBukan hanya minuman modern, transaksi penjualan bir ternyata sudah terjadi sejak 4.000 tahun yang lalu. Foto: Istimewa

Dokumen tersebut diperkirakan berasal dari sekitar 2.000 SM dan ditulis menggunakan aksara paku yang menjadi sistem tulisan khas masyarakat Mesopotamia. Hal paling menariknya, bir ternyata bukan sekadar minuman untuk bersantai.

Dalam kehidupan masyarakat Mesopotamia, bir merupakan bagian penting dari kebutuhan sehari-hari. Minuman tersebut dikonsumsi oleh berbagai kalangan dan memiliki peran dalam kehidupan sosial maupun upacara keagamaan.

Mengingat bir dibuat dari bahan pangan seperti jelai, bir juga dianggap sebagai sumber nutrisi bagi masyarakat saat itu. Keberadaan struk tersebut juga mengungkap bagaimana produksi dan distribusi bir telah dikelola secara sistematis.

Artinya, minuman ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi sehingga setiap transaksi perlu didokumentasikan. Hal ini memperlihatkan bahwa perdagangan pangan dan minuman telah menjadi bagian penting dalam perkembangan kota-kota awal Mesopotamia.

Minuman Andalan Atlet Jerman di Olimpiade Musim Dingin: BirSekelompok arkeolog yang berhasil menemukan bukti pembelian bir dari tahun 2.000 Sebelum Masehi. Foto: DW (Soft News)

Penemuan ini sekaligus memperkuat berbagai bukti lain yang menunjukkan bahwa bir merupakan salah satu minuman tertua di dunia. Sejumlah teks kuno dari Mesopotamia bahkan menyebut adanya dewi pembuat bir bernama Ninkasi.

Sayangnya belum diketahui secara pasti seperti apa rasa bir pada masa itu. Para arkeolog memperkirakan minuman tersebut sangat berbeda dengan bir modern. Kandungannya kemungkinan lebih kental, rendah karbonasi, dan dibuat dari jelai serta roti yang difermentasi.

Rasanya pun diperkirakan lebih menyerupai bubur cair dibandingkan minuman beralkohol yang dikenal saat ini. Bahkan beberapa benda yang tersimpan di museum lainnya, hingga saat ini, masih dalam proses penelitian oleh arkeolog.

(dfl/adr)