peezycoineth.vip

FDC Dental Clinic Genjot Ekspansi 100 Cabang dengan Teknologi AI

2026-10-02 14:00

Jum'at, 02 Oktober 2026, 21:00 WIB

Warta Ekonomi, Bandung -

FDC Dental Clinic menargetkan pengembangan jaringan hingga 100 cabang di Indonesia dengan mengandalkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Strategi tersebut ditempuh untuk mendukung ekspansi jaringan sekaligus mengintegrasikan operasional dan layanan pasien.

CEO dan Founder FDC Dental Clinic drg. Ita Lestari, MARS mengatakan pengembangan teknologi menjadi salah satu fondasi perusahaan dalam memperluas jaringan. FDC mengembangkan sistem perangkat lunak internal bernama FAST yang berfungsi sebagai enterprise resource planning (ERP) untuk menghubungkan berbagai proses bisnis secara end-to-end.

“FAST itu sistem software yang kami kembangkan sendiri, ERP yang kami develop sendiri untuk mengombinasikan seluruh sistem yang mengoneksikan antara sistem internal sampai ke patient end-to-end business process,” ujar Ita, Kamis (2/10/2026).

Menurut Ita, digitalisasi tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan kemudahan bagi pasien. Salah satu teknologi yang dikembangkan memungkinkan masyarakat memindai atau memotret kondisi gigi menggunakan kamera untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi gigi dan kebutuhan perawatan.

Hasil analisis berbasis AI tersebut kemudian dapat menjadi informasi awal yang dikonsultasikan dengan dokter gigi. FDC menyebut tingkat akurasi teknologi tersebut saat ini berada di kisaran 90–95 persen. Namun, hasil AI tetap diposisikan sebagai diagnosis awal dan bukan pengganti pemeriksaan dokter.

“AI ini bisa mempercepat layanan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat. Untuk diagnosis, itu merupakan diagnosis pertama untuk kemudian dikonsultasikan kepada dokter gigi,” katanya.

Penggunaan teknologi tersebut menjadi bagian dari strategi FDC untuk menjaga produktivitas dan integrasi layanan seiring dengan penambahan cabang. Sistem digital juga digunakan untuk membantu penerapan standar pelayanan di berbagai lokasi.

Selain teknologi, FDC menjadikan pengalaman pasien sebagai bagian dari strategi bisnis. Perusahaan menerapkan konsep pelayanan yang memberikan pendampingan sejak pasien memasuki klinik hingga bertemu dengan dokter.

FDC juga melihat rendahnya kebiasaan pemeriksaan gigi secara berkala sebagai salah satu tantangan layanan kesehatan gigi di Indonesia. Menurut perusahaan, banyak pasien baru datang ketika mengalami sakit gigi.

Kondisi tersebut mendorong FDC mengembangkan pendekatan preventif melalui edukasi pemeriksaan gigi secara rutin, termasuk pemeriksaan setiap enam bulan. Layanan yang banyak dibutuhkan masyarakat antara lain penanganan gigi berlubang atau karies dan pembersihan karang gigi melalui scaling.

Pengembangan teknologi dan jaringan layanan juga membuat FDC mendapatkan eksposur di tingkat regional. Ita mengatakan perusahaan telah mendapat undangan dari Google Singapura untuk mengikuti agenda kawasan Asia Pasifik dan mewakili sektor klinik.

Di sisi pengembangan sumber daya manusia, FDC Dental Clinic memperkuat kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas YARSI melalui penandatanganan nota kesepahaman dalam rangkaian FDC Media Gathering 2026.

Kerja sama tersebut mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan dan pengembangan kompetensi, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi juga dapat dikembangkan melalui knowledge sharing, pembelajaran praktis, pengembangan talenta kesehatan gigi, dan penguatan kesiapan mahasiswa memasuki dunia profesional.

Ita mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri semakin dibutuhkan seiring perkembangan layanan kesehatan gigi.

“Juga pemahaman terhadap teknologi, pengalaman pasien, dan perubahan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas YARSI Dr. drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM(K), MM. mengatakan kerja sama tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa dan lulusan untuk menghubungkan pendidikan akademik dengan kebutuhan dunia kerja.

“Pada saat kita kerja sama ini mereka tidak akan bingung mencari pekerjaan. Artinya lowongan kerja sudah ditampung,” pungkasnya.