FHUT Untan-HKI perkuat kerja sama rehabilitasi pasca-karhutla - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (FHUT Untan) Pontianak, Kalimantan Barat bersama Hutan Ketapang Industri (HKI) memperkuat kerja sama dalam rehabilitasi kawasan hutan dan pemulihan lingkungan pasca-kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kerja sama dengan perusahaan pengelola Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kabupaten Ketapang tersebut telah berlangsung sejak 2018 dan saat ini memperkuat implementasi di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat," ujar Dekan Fakultas Kehutanan, Untan Pontianak Farah Diba di Pontianak, Rabu.
Ia menjelaskan dalam bidang pendidikan, kerja sama tersebut mencakup program Kampus Berdampak, kegiatan magang mahasiswa, serta penelitian yang melibatkan civitas academica Fakultas Kehutanan Untan.
Di bidang penelitian, dosen melakukan kajian mengenai restorasi pada kawasan ekosistem HKI yang terdampak kebakaran, termasuk pemulihan vegetasi dan pohon yang terdampak karhutla.
Penelitian juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) sebagai sumber pendapatan masyarakat di kawasan konsesi.
"Pengabdian ada dosen dan mahasiswa fakultas aktif melakukan pembinaan bagi masyarakat sekitar, seperti membuka lahan tanpa membakar, menjaga kelestarian hutan, flora dan fauna, serta meningkatkan hasil hutan bukan kayu sebagai sumber pendapatan masyarakat," kata dia.
Ia mengemukakan perlunya didorong mengurangi aktivitas ekstraktif yang berpotensi merusak hutan dan beralih pada kegiatan budi daya yang memberikan nilai ekonomi, salah satunya pengembangan madu kelulut dan kegiatan pertanian.
Terkait dengan pencegahan karhutla, Fakultas Kehutanan Untan juga mendorong pemetaan kawasan rawan kebakaran sehingga dapat ditentukan zona yang perlu mendapatkan perlindungan khusus.
Pemetaan tersebut, katanya, penting untuk menentukan kawasan produktif yang harus terlindungi dari ancaman kebakaran, termasuk menyediakan zona penyangga pada areal budi daya, sehingga api tidak mudah menjalar ke kawasan produktif.
"Dengan karhutla, kami sebagai akademisi penting berpartisipasi dan mencari solusi. Salah satu langkah yang kami tawarkan yakni pemetaan rawan lahan kebakaran," katanya.
Ia menambahkan kerja sama jangka panjang tidak hanya berfokus pada pemulihan ekosistem hutan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat, pelatihan, dan edukasi.
"Kami yakin masyarakat sejahtera maka hutan terjaga. Kalau tidak sejahtera pasti ada hal yang membuat kerusakan pada hutan," kata dia.
General Manager (GM) External Relationship & Damkar HKI Oka Wisnu mengatakan kebakaran di wilayah konsesi perusahaan telah diverifikasi tim terpadu yang melibatkan Gakkum Kementerian Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalimantan Barat, Manggala Agni, Polda Kalbar, serta pihak terkait lainnya.
Menurut dia, hasil verifikasi untuk pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit oleh pihak luar yang saat ini juga sudah dilakukan penyidikan oleh tim aparat penegak hukum.
"Hal itu terbukti di konsesi kami yang sebagian masih dikuasai pihak lainnya, mereka menanam sawit. Ada 600 hektare terbakar di konsesi kami," katanya.
Akibat kejadian tersebut, katanya, terdapat pembekuan izin dari Kementerian Kehutanan dan perusahaan diminta melakukan pemulihan lingkungan serta vegetasi pada kawasan terdampak.
Dalam proses pemulihan itu, HKI melibatkan civitas academica Fakultas Kehutanan Untan untuk memberikan masukan terkait jenis tanaman yang sesuai bagi lahan bekas kebakaran.
"Kami minta masukan jenis tanaman apa yang sesuai di lahan eks kebakaran hutan. Kami kerja sama untuk rehabilitasi dan vegetasi di eks kebakaran," katanya.
Ia menegaskan penanganan karhutla dan pemulihan kawasan terdampak merupakan persoalan bersama sehingga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk akademisi, pemerintah, aparat, perusahaan, dan masyarakat.
Untuk memperkuat pencegahan karhutla, HKI sejak November 2025 telah melakukan berbagai upaya dengan melibatkan TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), masyarakat, serta para pihak terkait lainnya.
Kerja sama dengan Fakultas Kehutanan Untan diharapkan dapat memperkuat langkah rehabilitasi kawasan terdampak sekaligus mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pewarta: Dedi
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.