FJPI - Bank Kalsel gelar diskusi, kawal isu publik dan lingkungan - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarmasin (ANTARA) - Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kalimantan Selatan menggandeng Bank Kalsel, menggelar diskusi reflektif di Banjarmasin
Mengangkat tema “Perempuan dan Media: Merawat Kedaulatan Informasi, Menebar Keadilan”, gelaran silaturahmi dan diskusi reflektif diselenggarakan di WKK Stage Banjarmasin. Sabtu.
Ketua FJPI Kalsel, Sunarti menekankan, di tengah derasnya arus informasi digital, kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi. bagi jurnalis verifikasi adalah tanggung jawab kepada publik, media juga diminta menghadirkan keberimbangan yang tidak memperkuat stigma atau diskriminasi terhadap kelompok rentan maupun perempuan.
“Kritik boleh tajam, tetapi harus berpijak pada fakta dan kepentingan publik,” kata Sunarti.
Sementara itu, salah satu jurnalis senior TVRI Kalsel, Ratna Sari Dewi mengingatkan, agar jurnalis tidak hanya hadir sebagai pemadam informasi saat bencana seperti karhutla sudah membesar. media harus mampu menjalankan fungsi preventif melalui peringatan dini sebelum bencana terjadi.
"Ini kejadian yang berulang dan bisa diprediksi karena kita sudah tahu kapan mengalami kemarau. Selama ini kita sering hanya memberitakan peristiwa yang sudah terjadi tanpa memberikan warning. Kita tidak boleh beropini, tetapi kita bisa mengarahkan agenda agar semua fokus pada preventif," ucap Dewi.
Dorongan agar jurnalis perempuan naik kelas juga disampaikan Ketua Pusat Studi Ekonomi Kreatif LPPM ULM, Hastin Umi Anisah. Kemampuan menulis dinilai tidak cukup jika tidak dibarengi pemahaman teknologi dan karakteristik lingkungan Kalsel.
Menurut Hatin, jurnalis perlu menggali keterkaitan antara tata kelola lahan gambut, tata air, hingga kebijakan pemerintah dalam isu lingkungan.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan AJI, IJTI, serta jurnalis senior. Melalui diskusi ini, jurnalis perempuan diharapkan semakin berintegritas dalam menjalankan fungsi kontrol sosial di Kalimantan Selatan.
Pewarta: Latif Thohir
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.