FMIPA dan FKIP UPR Edukasi energi terbarukan di SMKN 1 Palangka Raya
FMIPA dan FKIP UPR Edukasi energi terbarukan di SMKN 1 Palangka Raya
Sabtu, 15 Agustus 2026 16:33 WIB
FMIPA dan FKIP UPR melaksanakan PKM di SMKN 1 Palangka Raya 6-7 Agustus 2026. ANTARA/HO-UPR
Palangka Raya (ANTARA) - Universitas Palangka Raya (UPR) terus menunjukkan komitmen dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi, salah satunya melalui pengabdian kepada masyarakat (PKM) di SMK Negeri 1 Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada 6-7 Agustus 2026.
"Kegiatan ini mengusung tema Microbial Fuel Cell (MFC) Berbasis Air Gambut: Media Edukatif dan Inovasi Energi Bersih Terbarukan," kata Ketua Tim Pengabdian Siti Unvaresi Misonia Beladona dalam keterangan yang diterima di Palangka Raya, Sabtu.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi dosen Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dengan Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya.
Tujuannya adalah meningkatkan wawasan dan keterampilan siswa Program Keahlian Teknik Energi Terbarukan dalam mengenal teknologi pembangkit listrik ramah lingkungan yang memanfaatkan potensi sumber daya lokal Kalimantan Tengah.
Melalui pendekatan pembelajaran berbasis riset dan praktik langsung, siswa diajak memahami air gambut yang selama ini dipandang sebagai air berkualitas rendah, ternyata menyimpan potensi besar sebagai sumber bioenergi yang dapat dimanfaatkan melalui teknologi MFC.
Selain Siti Unvaresi Misonia Beladona sebagai ketua, tim pengabdian juga terdiri dari anggota meliputi Rendy Muhamad Iqbal dan Pri Ariadi Cahya Dinata. Didukung mahasiswa Program Studi Kimia FMIPA UPR sebagai fasilitator selama pelaksanaan pengabdian, yaitu Nadya Shafwaturrahmah, Novelia Andini dan Laura Jesika.
Baca juga: UPR perkuat SDM Polri lewat pusat studi kepolisian berbasis riset
Kegiatan ini merupakan salah satu bagian rangkaian program pengabdian kepada masyarakat dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2026.
Rangkaian kegiatan diawali pre-test, dilanjutkan penyampaian materi mengenai tantangan energi global, potensi lahan gambut Kalimantan Tengah, prinsip kerja MFC, hingga pengenalan teknologi membran hasil penelitian Universitas Palangka Raya.
Selanjutnya para siswa mengikuti praktikum merakit reaktor Microbial Fuel Cell (MCF) sederhana menggunakan tanah dan air gambut, elektroda karbon, membran penghantar proton, serta multimeter digital untuk mengamati secara langsung proses pembangkitan listrik oleh mikroorganisme.
Selain menghasilkan energi listrik, teknologi MFC juga diperkenalkan sebagai inovasi yang mampu membantu memperbaiki kualitas air gambut melalui penguraian senyawa organik. Dengan demikian, teknologi ini memberi manfaat ganda sebagai solusi energi bersih sekaligus teknologi remediasi lingkungan.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, post-test, serta refleksi pembelajaran yang menunjukkan antusiasme tinggi dari para siswa dan guru.
Salah satu siswa, Rocky, mengungkapkan kegiatan ini sangat menarik dan inovatif, serta mampu menambah pengetahuannya mengenai energi terbarukan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Palangka Raya kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun kolaborasi dengan sekolah dalam mencetak generasi muda adaptif, inovatif dan siap menghadapi tantangan perkembangan teknologi energi di masa depan.
Baca juga: Pemkab Kapuas fasilitasi UPR sosialisasikan penerimaan mahasiswa baru jalur RPL
Baca juga: 108 peserta ikuti UTBK Seleksi Mandiri 2026 UPR
Baca juga: FMIPA UPR perkuat kolaborasi dengan FMIPA ITB tingkatkan SDM dan riset
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.