peezycoineth.vip

Game bikinan Pelajar RI 'Bersuara' di Korea

2026-09-28 14:26

Senin, 28 September 2026 - 21:26 WIB

VIVA – Tim pelajar Indonesia memamerkan game yang mereka kembangkan dalam Final Better Ground 2026 di PUBG Seongsu, Seoul, Korea Selatan, pada 18 September 2026.

Baca Juga

Diselenggarakan oleh Krafton dan JA Korea, ajang ini mempertemukan 17 tim, terdiri atas 12 tim dari Korea Selatan serta masing-masing satu tim dari India, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Better Ground High School membantu pelajar sekolah menengah atas mengenal peluang karier di industri game melalui proses pengembangan game mandiri dan sesi pendampingan.

Baca Juga

Melalui empat tahapan—Play, Day, Up, dan Final—program ini memadukan eksplorasi karier dengan perencanaan proyek, pengembangan game, hingga unjuk karya.

Proses tersebut memberikan para pelajar pengalaman langsung untuk berbagi tanggung jawab, menindaklanjuti masukan, dan memecahkan masalah bersama. Indonesia diwakili oleh Tim Neuva yang beranggotakan empat pelajar SMAN 81 Jakarta.

Baca Juga

Mereka mengembangkan NEMURI, game petualangan psikologis tiga dimensi berbasis cerita yang mengangkat isu insomnia dan kesehatan emosional. Pemain atau gamers mengikuti perjalanan Kael, karakter utama game tersebut.

Tujuannya untuk menjelajahi dunia yang terbentuk dari pikiran dan emosinya, memecahkan teka-teki, serta bekerja sama dengan empat karakter untuk menghadapi ketakutan dan ingatan yang mengganggu.

Melalui konsep dan fitur interaktif tersebut, NEMURI menyampaikan pesan tentang pentingnya mengenali emosi dan menerima diri.

Di Indonesia, 238 pelajar mengikuti agenda pembuka global PLAY pada 18 April, di mana para pengembang game Krafton berbagi wawasan mengenai seluk-beluk pekerjaan di industri game.

Setelah itu, para pelajar mengajukan rancangan proyek game mereka yang kemudian dinilai oleh para profesional industri game Indonesia untuk menentukan tim yang melaju ke tahap Better Ground Day.

Tim Neuva terpilih untuk mewakili Indonesia dalam sesi unjuk karya di Seoul. Dalam sesi unjuk karya, para pelajar mendemonstrasikan game di stan mereka serta memaparkan konsep dan fitur game di atas panggung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka juga mendiskusikan berbagai tantangan dan solusi selama proses pengembangan, sekaligus mencoba game karya tim dari negara lain.

Interaksi ini membuka ruang bagi para peserta untuk saling memberikan masukan dan mempelajari ragam pendekatan dalam pengembangan game.

Halaman Selanjutnya

“Interaksi lintas negara memberi pengalaman penting bagi pelajar Indonesia untuk melihat bahwa ide dan tantangan yang sama dapat direspons dengan cara berbeda. Keterampilan inilah yang semakin penting dimiliki ketika teknologi dan dunia kerja berubah dengan cepat,” kata Utami Anita Herawati, Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia.