Gapembi Jabar optimistis BGN lebih transparan dipimpin Sudaryono
Kota Bandung (ANTARA) - Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Jawa Barat optimistis Badan Gizi Nasional (BGN) akan berjalan lebih transparan serta profesional di bawah kepemimpinan Kepala BGN Sudaryono.
Ketua DPW Gapembi Jawa Barat Heri Ukasah mengatakan pergantian kepemimpinan di BGN menjadi kabar baik bagi para mitra program makan bergizi karena membuka harapan baru terhadap perbaikan tata kelola dan komunikasi kelembagaan.
“Kami sangat optimistis bahwa di bawah kepemimpinan Sudaryono, BGN akan berjalan lebih baik, maksimal, profesional, dan transparan sesuai dengan harapan Presiden,” kata Heri di Bandung, Minggu.
Menurut dia, pengalaman Sudaryono di bidang pemerintahan maupun organisasi menjadi modal penting dalam menjalankan program-program BGN ke depan.
Ia mengatakan setelah melakukan diskusi bersama jajaran pengurus, DPW Gapembi Jawa Barat menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Sudaryono sebagai Kepala BGN.
Pihaknya siap mengawal dan mendukung seluruh program yang dijalankan BGN, terutama yang berkaitan dengan kemitraan, tata kelola program, serta penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi mitra di lapangan.
“Kami akan terus mendukung kebijakan-kebijakan yang bertujuan menyukseskan program Badan Gizi Nasional,” katanya.
Terkait aspirasi yang disampaikan sejumlah daerah, Heri menjelaskan sebagian besar berkaitan dengan komunikasi antara mitra dan BGN yang sempat tersendat pada periode sebelumnya.
Namun demikian, ia melihat adanya perubahan positif sejak pergantian kepemimpinan kepada Kepala BGN Sudaryono.
“Dalam dua hari pertama masa kepemimpinan beliau, sejumlah asosiasi telah diterima untuk berdialog langsung dengan BGN,” katanya.
Baca juga: Anggota DPR dukung Sudaryono benahi tata kelola program MBG
Baca juga: Pengangkatan Sudaryono sebagai kepala BGN momentum perkuat sistem MBG
Baca juga: Kepala BGN minta seluruh petugas SPPG bekerja dengan hati nurani
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.