Geger! Ratusan Crazy Rich Inggris Justru Minta Dipajaki Lebih Tinggi
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah tekanan biaya hidup dan pelebaran kesenjangan ekonomi, sebanyak 120 jutawan Inggris justru meminta pemerintah menaikkan pajak bagi kelompok superkaya.
Melalui kampanye "Proud to Pay", kelompok Patriotic Millionaires UK mendesak Perdana Menteri Andy Burnham untuk mengenakan pajak kekayaan (wealth tax) kepada individu dengan aset bernilai tinggi.
Mereka menegaskan kenaikan pajak tidak ditujukan kepada masyarakat pekerja, melainkan kepada mereka yang memperoleh penghasilan dari akumulasi kekayaan.
"Kami mampu membayarnya. Kami tidak berbicara soal menaikkan pajak bagi mereka yang bekerja setiap hari untuk mendapatkan penghasilan, tetapi bagi mereka yang memperoleh pendapatan dari kekayaan yang mereka miliki," tulis surat tersebut, dikutip dari BBC.
Kelompok itu mengusulkan pajak 2% bagi individu dengan kekayaan di atas £10 juta atau sekitar Rp 240,81 miliar (1£= Rp 24.801).
Berdasarkan survei mereka, kebijakan tersebut didukung oleh 80% jutawan Inggris dan diperkirakan mampu menambah penerimaan negara sekitar £24 miliar (Rp 595,22 miliar) per tahun.
Mereka juga mengusulkan reformasi capital gains tax sehingga tarifnya disamakan dengan pajak penghasilan. Langkah ini diperkirakan dapat menambah penerimaan negara sekitar £12 miliar (Rp 297,61 miliar) per tahun.
Bersama Tax Justice UK, Patriotic Millionaires mengajukan 10 usulan reformasi perpajakan, termasuk memperketat pajak warisan dan menutup celah penghindaran pajak (offshore tax avoidance).
Jika seluruh rekomendasi dijalankan, pemerintah Inggris diperkirakan dapat mengantongi tambahan penerimaan hingga £50 miliar (Rp 1.240 triliun) setiap tahun.
Gerakan ini mendapat dukungan sejumlah tokoh terkenal, mulai dari mantan pesepak bola Gary Lineker, musisi Brian Eno, aktor Simon Pegg, sineas Richard Curtis, hingga pengusaha energi hijau Dale Vince.
lineker Foto: Reuters
Mereka menilai tambahan pajak dapat digunakan untuk mengurangi ketimpangan, memperkuat layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, serta mendukung usaha kecil dan menengah.
Meski menyambut baik inisiatif tersebut, pemerintah Inggris belum memberikan sinyal akan mengubah kebijakan perpajakan.
Chief Secretary to the Treasury Emma Reynolds mengatakan pemerintah menyambut baik keinginan para jutawan untuk membayar pajak lebih besar. Namun, perubahan kebijakan perpajakan hanya akan diputuskan melalui pembahasan Anggaran (Budget).
"Saya menyambut baik jika orang-orang yang memiliki kemampuan finansial ingin membayar lebih banyak. Mereka memang bisa melakukannya," ujar Reynolds dikutip dari Al Jazeera.
Ia bahkan mengingatkan pemerintah Inggris telah menyediakan fasilitas bagi masyarakat yang ingin secara sukarela menyumbangkan uang maupun saham kepada kas negara.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Andy Burnha, sebelumnya telah membuka peluang penerapan wealth tax. Dia menyebut pemerintah mungkin perlu meminta lebih banyak kontribusi dari kelompok masyarakat terkaya.
Berapa Pendapatan Pajak Inggris?
Penerimaan pajak Inggris terus mencetak rekor. HM Revenue & Customs (HMRC) mencatat total penerimaan pajak pada tahun pajak 2025/2026 mencapai £938,8 miliar, naik 9,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Penerimaan Pajak Tahunan dan Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Foto: gov.uk
Sebagian besar penerimaan negara masih ditopang oleh Pajak Penghasilan (Income Tax), Pajak Keuntungan Modal (Capital Gains Tax), dan Iuran Jaminan Sosial (National Insurance Contributions/NICs). Ketiga jenis pungutan tersebut menyumbang sekitar 59% dari total penerimaan pajak sepanjang 2025/2026.
Dalam satu dekade terakhir, kontribusi gabungan ketiga pajak tersebut rata-rata mencapai 56% dari total penerimaan negara. Sementara itu, Pajak Pertambahan Nilai (VAT) menyumbang sekitar 20%, sedangkan pajak bisnis berkontribusi sekitar 10%.
Komposisi penerimaan negara Inggris Foto: ifs.org.uk
Penerimaan Pajak Tembus Rekor Tertinggi
Dalam 20 tahun terakhir, penerimaan pajak Inggris meningkat lebih dari dua kali lipat, dari £428,6 miliar pada 2006/2007 menjadi £938,8 miliar pada 2025/2026.
Kontribusi penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga naik, dari 28,7% menjadi 30,7% dalam periode yang sama.
Meski sempat turun saat krisis keuangan global 2008-2010 dan anjlok menjadi £584,2 miliar pada 2020/2021 akibat pandemi Covid-19, penerimaan pajak kembali pulih seiring pemulihan ekonomi.
Penerimaan Pajak Tahunan dan Rasionya terhadap PDB Foto: gov.uk
Penerimaan dari Income Tax, Capital Gains Tax, dan NICs mencapai £552,8 miliar pada 2025/2026, naik dari £489 miliar pada tahun sebelumnya.
Nilai tersebut setara dengan 18,1% PDB, meningkat dari 16,7% pada 2024/2025 dan menjadi level tertinggi dalam dua dekade terakhir.
Sebelumnya, penerimaan pajak sempat melambat pada masa pandemi akibat turunnya aktivitas ekonomi serta penundaan pembayaran pajak oleh pelaku usaha dan masyarakat. Namun sejak 2021/2022, penerimaan kembali meningkat berkat pemulihan ekonomi, kenaikan pendapatan pekerja, serta pembayaran kewajiban pajak yang sempat ditunda.
(mae/mae)
Add
as a preferred
source on Google