peezycoineth.vip

Gerak cepat, Bulog salurkan beras-minyak goreng bantu korban gempa NTT - ANTARA News Jambi

2026-08-16 03:15

Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa beras dan minyak goreng guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat penyintas bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, mengatakan bantuan tersebut disiapkan sebagai wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dalam situasi darurat pascabencana.

"Bulog siap bergerak cepat membantu pemerintah dan masyarakat yang terdampak bencana di NTT," kata Ahmad.

Sebagai langkah awal, lanjutnya, Bulog mulai mendistribusikan bantuan beras sebanyak satu ton ke Kabupaten Manggarai dan 500 kilogram ke Kabupaten Nagekeo hari ini.

Baca juga: Operasi SAR difokuskan pada 2 kabupaten di Flores pascagempa Nagekeo

Bulog secara keseluruhan mengalokasikan bantuan hingga 10 ton beras dan 1.000 liter minyak goreng untuk setiap kabupaten terdampak gempa di NTT.

"Bantuan beras dan minyak goreng akan kami salurkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan. Yang terpenting, masyarakat terdampak dapat segera merasakan kehadiran pemerintah dan mendapatkan akses terhadap kebutuhan pangan," ucap Ahmad Rizal Ramdhani.

Ahmad Rizal memastikan bahwa kesiapan stok maupun jaringan distribusi Bulog di wilayah NTT dalam kondisi aman untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar dan pemulihan masyarakat terdampak.

Pendistribusian bantuan secara bertahap tersebut, kata dia, dilaksanakan berkolaborasi dengan tim petugas gabungan, TNI, Polri, dan Basarnas, serta pemerintah daerah (pemda) setempat, guna menembus keterbatasan aksesibilitas wilayah pascabencana.

Baca juga: Dirut PLN: Personel dikerahkan penuh atasi listrik pascagempa NTT

Baca juga: Polda NTT kerahkan Satgas Terpadu tangani dampak gempa Nagekeo

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.