peezycoineth.vip

Gerakan Pangan Murah jaga stabilitas harga pangan di Kotim saat kemarau

2026-08-19 10:42

Gerakan Pangan Murah jaga stabilitas harga pangan di Kotim saat kemarau

Rabu, 19 Agustus 2026 17:42 WIB

Image Print

Bupati Kotim Halikinnor memantau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Taman Kota Sampit, Rabu (19/8/2026). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok berharga terjangkau untuk membantu menjaga stabilitas harga pangan di tengah musim kemarau.

“Kita untuk membantu masyarakat, apalagi saat ini musim kemarau, juga menjaga inflasi dengan melaksanakan pasar murah,” kata Bupati Kotim Halikinnor di Sampit, Rabu.

Hal itu ia sampaikan saat membuka GPM yang dilaksanakan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) di Taman Kota Sampit. Dalam kegiatan ini DPKP Kotim menggandeng berbagai pihak, antara lain distributor pangan, Bulog Kotim dan Pertamina.

Halikinnor mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar dan hak setiap masyarakat sehingga pemerintah berkewajiban memastikan ketersediaan, keterjangkauan, keamanan dan stabilitas pangan tetap terjaga.

“Harga pangan sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Ketika harga komoditas meningkat, beban pengeluaran rumah tangga juga bertambah sehingga pemerintah harus hadir bersama pemerintah pusat dan pemangku kepentingan lainnya,” tuturnya.

Dalam konteks itu, GPM menjadi salah satu langkah konkret untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pangan sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Halikinnor juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga ketahanan pangan, mulai dari Bulog, Pertamina, TNI, Polri hingga jajaran pemerintah daerah.

Ia mengatakan penguatan ketahanan pangan tidak hanya dilakukan melalui intervensi harga, tetapi juga dengan mendorong peningkatan produksi pangan. Bahkan, aparatur dan unsur keamanan turut terlibat dalam gerakan menanam padi dan jagung.

Menurut Halikinnor, langkah tersebut penting karena Kotim merupakan salah satu daerah penghasil beras di Kalimantan Tengah. Kondisi itu harus terus diperkuat agar kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi dari ketersediaan yang memadai.

Ia juga mengingatkan bahwa musim kemarau yang cukup panjang dan panas dapat menjadi tantangan bagi sektor pertanian, termasuk kegiatan penanaman padi. Maka, pemerintah perlu menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan produksi.

Halikinnor menyebut penguatan produksi pangan juga sejalan dengan gerakan ketahanan pangan yang dilakukan secara nasional sehingga ketersediaan beras dapat tetap terjaga.

“Kita alhamdulillah surplus untuk beras. Karena semua pihak digerakkan termasuk TNI, Polri, semua ikut menanam padi, menanam jagung, dan segala macam,” katanya.

Selain itu, ia meminta seluruh perangkat daerah dan pihak terkait terus memantau perkembangan harga serta ketersediaan pangan di lapangan. Jika terjadi gejolak harga atau gangguan pasokan, langkah antisipatif dan intervensi harus segera dilakukan sesuai kewenangan.

Ia menegaskan seluruh upaya tersebut diarahkan untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok meski menghadapi tekanan ekonomi dan kondisi musim kemarau.

Halikinnor berharap bantuan pangan dan GPM mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya kelompok desil 1 sampai 4 yang masuk kategori tidak mampu.

“Nah, jadi harapan kita dengan bantuan ini, khususnya masyarakat yang masuk desil 1 sampai 4 yang kategori tidak mampu, itu akan terbantu sekali. Harapan kita sehingga tidak ada lagi masyarakat kita yang kesulitan pangan,” demikian Halikinnor.

GPM kali ini, sejumlah komoditas kebutuhan pokok disediakan dengan harga terjangkau. Bawang merah tersedia 100 kilogram dengan harga Rp35 ribu per kilogram, bawang putih 80 kilogram Rp34 ribu per kilogram, gula pasir 250 kilogram Rp17.500 per kilogram, dan telur 100 krat Rp45 ribu per krat.

Baca juga: Bupati Kotim evaluasi kendala dana BTT untuk karhutla

Untuk kebutuhan energi rumah tangga, Agen Harapan Mentaya menyediakan 200 tabung elpiji 3 kilogram dengan harga Rp22 ribu per tabung. Sementara Perum Bulog menyediakan beras Punokawan dan beras SPHP masing-masing satu ton dengan harga Rp60 ribu per sak.

Bulog juga menyediakan Minyakita sebanyak 1.200 liter dengan harga Rp15.700 per liter. Masyarakat juga dapat membeli paket tiga liter Minyakita dan beras lima kilogram dengan harga Rp124 ribu.

Kepala DPKP Kotim Yephi Hartady Periyanto mengatakan pelaksanaan GPM merupakan kegiatan kolaboratif yang tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga Bulog dan Pertamina.

GPM ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Bidang Ketahanan Pangan dengan tujuan utama membantu pengendalian harga pangan sekaligus menyasar masyarakat yang berpotensi terdampak apabila terjadi kenaikan harga di pasar.

Keberadaan GPM menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

“Dengan adanya GPM ini sangat berarti karena peran pemerintah, salah satunya melalui GPM ini untuk memposisikan adanya tersedianya sumber bahan pangan yang harganya itu ada di bawah dari harga eceran tertinggi,” ucapnya.

Ia menambahkan pemberian harga di bawah HET melalui GPM penting sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga, terutama ketika masyarakat menghadapi kondisi musim kemarau yang dapat memengaruhi produksi dan distribusi sejumlah komoditas pangan.

Yephi menyebut kondisi harga pangan di pasaran saat ini sebenarnya belum mengalami kenaikan yang ekstrem. Namun, pemerintah tetap perlu memberikan stimulus harga melalui GPM sebagai langkah menjaga daya beli sekaligus mengingatkan agar harga di pasar tetap mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Sebenarnya kalau tinggi banget tidak. Tidak dalam artian ada kenaikan harga ekstrem,” demikian Yephi.

Baca juga: Karhutla semakin parah, DPRD Kotim dorong kerahkan ASN dan PBS

Baca juga: Pembangunan gedung baru DPRD Kotim ditunda

Baca juga: Layanan kesehatan jemput bola di Kotim perlu digencarkan selama kabut asap

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.