peezycoineth.vip

Gigi Bolong Hingga Ompong, Ini Dia Masalah Mulut Paling 'Mainstream' di Indonesia

2026-09-26 05:09

Jakarta -

Masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih menjadi tantangan besar yang belum sepenuhnya terselesaikan. Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan rongga mulut kerap terhalang oleh pemahaman yang keliru.

Banyak orang Indonesia yang merasa giginya sehat-sehat saja hanya karena secara fisik terlihat putih bersinar. Padahal, di balik warna putih tersebut, bisa jadi terdapat ratusan bakteri perusak yang sedang mengintai.

Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Prof drg Suryono, S.H., M.M, PhD menyoroti fenomena ilusi gigi putih yang kerap menyesatkan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, jadi kadang masyarakat kita itu salah kaprah menilai kesehatan gigi dan mulut dari penampakan fisik, ya. Orang selalu menganggap kalau dilihat putih itu sehat, padahal tidak seperti itu, ya," jelas Prof Suryono di sela Konferensi Pers Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN), Jumat (17/9/2026).

"Seperti mana tadi saya sampaikan bahwa di dalam rongga mulut itu, kan, yang namanya kuman banyak jenisnya ya, ada sekitar 700. Belum termasuk jamur dan parasit," lanjutnya.

Akibat dari pemahaman yang keliru dan kebersihan yang kurang maksimal, berbagai penyakit mulut jadi sulit teratasi.

Merujuk pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI), para pakar yang tergabung dalam rangkaian edukasi BKGN membeberkan tiga masalah utama yang paling banyak diderita warga RI.

"Yang CKG itu menunjukkan paling tinggi adalah karies. Nah, karies, karies itu gigi berubang. Kemudian kedua apa? Masalah penyakit periodontal. Artinya kondisi yang tadi saya katakan personal tidak sehat, mungkin karena tidak keseimbangan dari mikrobioma itu. Kemudian yang ketiga adalah masalah kehilangan gigi," kata Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PD PDGI), drg Tari Tritarayati.

1. Karies (Gigi Berlubang)

Menempati urutan pertama, karies atau gigi berlubang merupakan penyakit yang paling banyak menyerang masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak.

Karies tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses pengikisan lapisan keras gigi oleh zat asam.

"Asam itu dihasilkan karena tadi sisa makanan dimakan oleh bakteri, kemudian menghasilkan asam. Nah, asamnya inilah juga menyebabkan jaringan keras gigi itu jadi rusak, kropos, terus lubang," jelas Ketua Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI), Dr drg A Tajrin, M.Kes., Sp.B.M.M., Subsp.C.O.M(K).

Sayangnya, masyarakat kerap terlambat mencari pertolongan. Banyak pasien yang baru mendatangi dokter ketika lubang sudah sangat dalam dan merusak bagian dalam gigi.

Padahal, jika karies dideteksi lebih dini saat masih berupa garis tipis di permukaan gigi, penanganannya sangat sederhana.

2. Penyakit Periodontal (Radang Jaringan Penyangga)

Di urutan kedua adalah penyakit periodontal. Penyakit ini menyerang gusi dan jaringan penyangga gigi di sekitarnya.

Pemicu utamanya bermula dari kebersihan personal (oral hygiene) yang buruk sehingga memicu ketidakseimbangan mikrobioma (bakteri) di dalam rongga mulut, tempat bakteri jahat lebih mendominasi.

3. Kehilangan Gigi (Ompong)

Masalah terbesar ketiga adalah kehilangan gigi atau kondisi ompong.

Penyakit ini umumnya merupakan akumulasi dari karies parah atau penyakit periodontal kronis yang tidak tertangani, sehingga menyebabkan gigi harus dicabut atau tanggal dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.

Menghadapi ketiga ancaman tersebut, para dokter gigi menekankan pentingnya langkah pencegahan sebelum kerusakan menjadi semakin parah dan membutuhkan tindakan medis yang rumit.

@detikhealth_official Cuma segede biji polong? Tapi emang cukup ya segitu buat bersihin gigi? Jawabannya: cukup banget! 🦷 Ternyata, pasta gigi modern sudah punya kandungan aktif seperti fluoride yang pas. Makin banyak pasta gigi bukan berarti makin bersih, ya! Yuk, mulai perhatiin kebiasaan kamu sikat gigi,biar ga salah lagi! Creator: Nima #detikHealth #tipskesehatangigi #tipskesehatan #pastagigi ♬ original sound - detikHealth

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Video Wamenkes: Gigi Berlubang pada Anak Bisa Picu Penyakit Jantung"
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)