Gorontalo Utara siapkan 20.000 hektare lahan untuk pengembangan jagung
Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo menyiapkan lahan seluas 20.000 hektare untuk kebutuhan areal tanam jagung, sebagai bahan baku pembuatan bioetanol.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Gorontalo Utara Asrin U. Menu yang dihubungi dari Gorontalo, Senin mengatakan hal tersebut usai mendampingi Bupati Thariq Modanggu dalam pertemuan dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Asrin mengatakan kabupaten tersebut menjadi salah satu daerah terpilih dari 42 kabupaten yang diundang dalam pertemuan khusus bersama Menteri Pertanian. Dalam pertemuan itu dimanfaatkan sangat baik Bupati dengan memaparkan potensi lahan kering untuk areal tanaman jagung yang berpeluang produksi tinggi, sehingga mampu memenuhi kebutuhan bahan baku pembuatan bioetanol.
Tiga komoditas bahan baku bioetanol, yaitu ubi kayu, jagung dan tebu. Tentu kata Asrin, sebagai daerah penghasil jagung, maka Bupati memanfaatkan pertemuan tersebut untuk memaparkan potensi lahan jagung yang dimiliki.
Baca juga: Mentan gandeng 44 bupati perkuat pengembangan bioetanol dari hulu
Gorontalo Utara memiliki potensi lahan kering seluas 55.858 hektare tersebar di 11 kecamatan, di antaranya merupakan lahan eksisting areal tanaman jagung seluas 33.507 hektare.
Artinya, kata Asrin, masih tersedia potensi lahan kering seluas 20.000 hektare untuk pengembangan tanaman jagung.
"Potensi ini yang dipaparkan langsung kepada Menteri Pertanian dalam pertemuan tersebut," katanya.
Gorontalo Utara, kata Asrin pula, berharap menjadi salah satu daerah pengembangan tanaman jagung yang disiapkan sebagai bahan baku pembuatan etanol.
Baca juga: Menteri Bahlil sebut tak perlu impor bensin jika terapkan E50
"Kami mendengarkan secara langsung pengarahan pak Menteri Pertanian, untuk selanjutnya menyiapkan lahan yang akan dikembangkan sebagaimana target tersebut," kata Asrin.
Padal pertemuan tersebut Menteri Pertanian pun menghadiahkan bantuan benih jagung untuk 1.000 hektare lahan, ditambah bantuan dua unit traktor pengolah sawah kepada para bupati yang mengikuti pertemuan tersebut, termasuk untuk wilayah pesisir bagian Utara Provinsi Gorontalo ini.
Selanjutnya, di daerah, pemerintah daerah, kata Asrin, akan menindaklanjuti kesiapan lahan yang dibutuhkan, dalam peningkatan produktivitas jagung untuk mendukung pengembangan etanol sebagai sumber energi fosil yang dibutuhkan dunia.
Pewarta: Susanti Sako
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.