peezycoineth.vip

GSI ajang pembuktian tim terbaik wakil Kalteng ke tingkat nasional

2026-09-09 12:25

GSI ajang pembuktian tim terbaik wakil Kalteng ke tingkat nasional

Rabu, 9 September 2026 19:25 WIB

Image Print

Pembukaan Gala Siswa Indonesia (GSI) putra dan putri jenjang SMP tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) 2026, Rabu (9/9/2026). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi tuan rumah Gala Siswa Indonesia (GSI) putra dan putri jenjang SMP tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) 2026 yang berlangsung di Stadion 29 November Sampit pada 8-11 September.

“Pertandingan Gala Siswa ini di satu sisi kita ingin mencari prestasi bagi anak-anak peserta yang mana nanti akan menjadi perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah untuk melaksanakan Gala Siswa tingkat nasional,” kata Penjabat Sekretaris Daerah Kotim Umar Kaderi di Sampit, Rabu.

Umar menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalteng, khususnya Dinas Pendidikan, yang telah mempercayakan Kotim sebagai lokasi penyelenggaraan kompetisi tersebut. Ia juga menyambut seluruh kontingen yang datang dari berbagai kabupaten/kota.

Menurutnya, GSI tidak semata-mata menjadi ajang untuk mencari pemain sepak bola berbakat, tetapi juga sarana membentuk sikap sportif, disiplin, tanggung jawab, kerjasama dan persaudaraan antarpelajar.

GSI ini juga menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk mengembangkan prestasi sekaligus memperkuat karakter melalui kompetisi olahraga.

“Kita berharap Gala Siswa ini bagian untuk bagaimana anak-anak kita bisa bertanding dengan sportif, bisa melaksanakan kegiatan ini sebaik-baiknya dan menjalin silaturahmi dan persaudaraan antar peserta itu sendiri,” tuturnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat menjaga sikap saling menghormati meskipun membawa nama sekolah dan daerah masing-masing.

Para guru, pelatih, pendamping dan official juga diminta memberikan dukungan serta motivasi agar peserta mampu berkembang, baik dalam olahraga maupun kehidupan mereka ke depan.

Umar juga mengingatkan kondisi kualitas udara yang masih dipengaruhi kabut asap sehingga menjadi perhatian dalam pelaksanaan pertandingan yang sebagian besar dilakukan di ruang terbuka.

Ia meminta peserta maupun seluruh pihak yang terlibat memperhatikan kondisi kesehatan dan tidak memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara sedang kurang baik.

“Apabila kondisi udara sedang kurang baik, jangan memaksakan diri untuk beraktivitas di luar ruangan terlalu lama. Perhatikan kondisi masing-masing dan segera beristirahat apabila merasa kurang nyaman,” ucapnya.

Baca juga: Kumpulkan pelaku transportasi, KSOP Sampit tegaskan tidak ada kompromi untuk keselamatan

Disisi lain, panitia juga diminta terus memantau kondisi cuaca dan kualitas udara selama rangkaian kegiatan. Jika terjadi perubahan kondisi yang berpotensi mengganggu kesehatan peserta, langkah penyesuaian diharapkan segera dilakukan.

Umar menilai kegiatan yang mempertemukan pelajar dari sejumlah daerah tersebut membutuhkan dukungan banyak pihak, mulai dari panitia, tenaga kesehatan, keamanan hingga perangkat pertandingan.

“Kami berharap seluruh unsur dapat bekerja sama sehingga kompetisi berjalan aman dan lancar, sementara para wasit dan perangkat pertandingan menjalankan tugas secara profesional serta objektif,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kalteng Safrudin menjelaskan GSI merupakan bagian dari proses seleksi talenta sepak bola usia muda pada jenjang pendidikan SMP untuk mendapatkan pemain terbaik yang nantinya berpeluang mewakili Kalteng pada tingkat nasional.

“Gala Siswa adalah seleksi talenta-talenta sepak bola di usia muda, di usia pendidikan SMP. Dari yang kita laksanakan di Provinsi Kalimantan Tengah ini akan dijaring perwakilan dari Kalimantan Tengah,” jelasnya.

Safrudin menyebut, proses seleksi tidak hanya mengandalkan pengamatan selama pertandingan, tetapi juga menggunakan rekaman video dan analisis statistik untuk melihat kemampuan masing-masing pemain secara lebih objektif.

Sejumlah aspek yang dianalisis meliputi teknik bermain, kemampuan fisik, kecepatan berlari, penguasaan bola, hingga efektivitas umpan yang dilakukan pemain selama pertandingan.

“Ini akan direkam pakai video secara keseluruhan. Itu nanti akan dianalisis, mana yang tekniknya bagus, kemampuan fisiknya bagus, kemampuan berlarinya bagus, penguasaan bolanya bagus, berapa umpan yang sukses dan berapa yang gagal,” ujarnya.

Baca juga: Kasus ISPA di Kotim meningkat dampak kabut asap karhutla

Safrudin melanjutkan, GSI tingkat Provinsi Kalteng tahun ini diikuti empat tim, yakni dari Kotim, Seruyan, Sukamara dan Kota Palangka Raya.

Jumlah peserta tersebut disesuaikan dengan kondisi penyelenggaraan, termasuk keterbatasan anggaran dan waktu persiapan yang relatif singkat. Kondisi kabut asap yang belum menentu juga menjadi salah satu pertimbangan.

Hasil seleksi nantinya diharapkan menghasilkan pemain-pemain terbaik yang dapat memperkuat Kalteng pada ajang GSI tingkat nasional.

Dengan begitu, kompetisi ini tidak hanya menjadi panggung persaingan antarpelajar, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan sepak bola dan karakter generasi muda di daerah.

Pemerintah berharap kepercayaan sebagai tuan rumah dapat memberikan pengalaman positif bagi seluruh kontingen sekaligus mempererat hubungan antarpelajar dari berbagai wilayah Kalteng.

“GSI 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat pembinaan olahraga pelajar serta melahirkan generasi muda yang sehat, berprestasi, disiplin, berkarakter dan menjunjung tinggi sportivitas,” demikian Safrundin.

Baca juga: Kerugian negara terkait kasus hibah Pilkada Kotim diperkirakan Rp10 miliar

Baca juga: Legislator Kotim sebut Maulid Nabi jadi momentum perkuat solidaritas

Baca juga: Wabup Kotim apresiasi dukungan swasta dalam penanganan karhutla

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.