peezycoineth.vip

Gubernur Bali: Kasus pengeroyokan jadi refleksi di Hari Suci Tumpek Krulut - ANTARA News Bengkulu

2026-08-01 23:22

Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster menyebutkan kasus pengeroyokan terhadap orang yang diduga mencuri ayam hingga menyebabkan kematian di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, sebagai refleksi di Hari Suci Tumpek Krulut.

“Ini mengingatkan seandainya ada hal-hal yang bersinggungan satu sama lain, tidak cocok dan sebagainya, janganlah terjadi sampai pembunuhan dengan cara yang tidak beradab seperti yang di Baturiti,” kata Wayan Koster di Denpasar, Sabtu.

Gubernur Koster mengingatkan Hari Suci Tumpek Krulut dimaknai masyarakat Hindu dengan upacara otonan (penyucian) terhadap gamelan atau alat musik, sekaligus dimaknai sebagai hari kasih sayang, kebahagiaan dan harmoni.

Ini menjadi momentum refleksi sesama manusia untuk saling menyayangi sehingga agar jangan sampai kasus di Baturiti terulang kembali.

“Iya Tumpek Krulut termasuk mengingatkan kepada kita semua,” ucapnya.

Bentuk kasih sayang sendiri juga ditunjukkan Pemprov Bali lewat mentraktir masyarakat berbelanja makanan dan minuman gratis di 15 UMKM tersebar di seluruh Bali.

Gubernur memanfaatkan kesempatan ini sekaligus untuk menyapa masyarakat terutama generasi muda untuk mengingatkan pentingnya Hari Suci Tumpek Krulut.

Kepada masyarakat yang hadir di UMKM yang dipilih, Koster mengingatkan untuk bersyukur Bali diwarisi kearifan lokal Sad Kerthi yang didalamnya berisi unsur Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi.

Perayaan Tumpek Krulut bak Jana Kerthi dimana manusia memuliakan sesama manusia melalui menunjukkan cinta kasih, tulus ikhlas, kasih sayang dan melestarikan hidup.

Selain mentraktir masyarakat yang akhirnya disambut antusias, pada Tumpek Krulut kali ini Pemprov Bali juga memberi akses cek kesehatan gratis serentak di seluruh fasilitas kesehatan seluruh Bali.

Program ini juga disambut baik, dalam kunjungannya ke berbagai kabupaten, Gubernur Koster melihat banyak masyarakat antri sejak pagi di rumah sakit dan puskesmas kabupaten/kota.

Menurut dia, program ini mengantar pesan bahwa rasa kasih tidak hanya ditunjukkan kepada orang lain melainkan juga kepada diri sendiri.

“Saya lihat bagus sekali cara-cara melaksanakannya meskipun saya baru memberitahu cek kesehatan gratis 4 hari yang lalu, tadi ada tes tensi, kolesterol, gula darah, dan sebagainya, pesan saya ini agar kita menyayangi diri sendiri dan menyayangi juga sesama, semuanya,” tuturnya.

Jenar Kopi, salah satu UMKM Denpasar yang ditunjuk Gubernur Bali untuk memeriahkan Tumpek Krulut menyampaikan rasa senang karena dilibatkan dalam hari kasih sayang khas Bali ini.

Menurut Wahyu Aryana selaku tim kreatif, jika hari biasa paling banyak kopi yang bisa dijual sekitar 7.000 gelas dari pagi sampai malam, namun karena bantuan Pemprov Bali kurang dari setengah hari jumlah kopi yang habis lebih dari 7.000 gelas.

“Estimasi kami hari ini habis sampai lebih dari 10 ribu gelas, kami senang lihat antusias teman-teman segala kalangan yang hadir di program pak gubernur, semoga bisa lebih banyak saja waktu ngobrolnya karena menarik membahas Tumpek Krulut ini,” kata dia.

Salah satu pembeli bernama Tanjung Agung (30) mengaku senang, bukan karena ditraktir kopi dan jajanan di warung kopi langganannya melainkan karena kini mengetahui makna Tumpek Krulut.

“Biasanya cuma sembahyang tapi baru Pak Gubernur hadir dengan kegiatan hari ini jadi tahu ini seperti hari kasih sayang,” ucapnya.

Melihat riuh antusias generasi muda merayakan Tumpek Krulut dengan cara moderen, Tanjung mengajak agar kasih sayang kepada teman tidak berakhir hari ini namun terus dipupuk setiap hari.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.