Gubernur Jambi: 80 persen kasus karhutla terindikasi disengaja - ANTARA News Jambi
......Berdasarkan laporan Gakkum, sebanyak 80 persen lahan yang terbakar itu sengaja dibakar oleh oknum, sedangkan 20 persen sisanya akibat faktor pemicu lain seperti cuaca panas ekstrem......
Jambi (ANTARA) - Gubernur Jambi Al Haris menyatakan sebanyak 75 perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian, karena kuat dugaan sekitar 80 persen peristiwa kebakaran disebabkan faktor kesengajaan.
"Berdasarkan laporan Gakkum, sebanyak 80 persen lahan yang terbakar itu sengaja dibakar oleh oknum, sedangkan 20 persen sisanya akibat faktor pemicu lain seperti cuaca panas ekstrem," kata Al Haris di Jambi, Senin.
Ia merinci, dari 75 kasus terkait karhutla, 50 kasus masuk tahap penyelidikan, 15 kasus naik ke tahap penyidikan, serta menetapkan 18 orang sebagai tersangka.
Baca juga: Jambi dapat kucuran dana Rp30 miliar untuk penanganan karhutla
Berdasarkan data resmi dari satuan tugas (satgas) karhutla, terhitung 1 Januari hingga 13 September luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi telah mencapai 2.975,97 hektare.
Gubernur menjelaskan, berdasarkan pemantauan terkini, terdeteksi sebanyak 134 titik panas (hotspot) dengan empat titik api (fire spot) utama yang menjadi fokus pemadaman tim satgas.
Lokasi titik api tersebut berada di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, Desa Mingkung Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang, serta kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) di sisi Desa Tanah Pilih, Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin (Sumsel).
Ia menambahkan, saat ini satgas terus mengupayakan pemadaman darat dan udara, termasuk mengerahkan empat unit helikopter water bombing untuk memadamkan titik api yang sulit dijangkau dari darat.
Baca juga: Satgas perkuat penanganan Tahura, cegah karhutla Jambi meluas
Di samping pemadaman lapangan, satgas terus melakukan upaya operasi modifikasi cuaca (OMC). Selama pelaksanaan OMC, satgas udara telah melaksanakan penaburan sebanyak 41 sortie guna memancing hujan buatan.
Penyemaian terakhir, juga telah dilakukan pada 10 September lalu, dan akan terus dilakukan sambil menunggu munculnya potensi awan hujan dari BMKG.
"Kita juga telah mendirikan 81 posko penanggulangan karhutla, telah dioperasikan dengan melibatkan 7.302 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, dan (BPBD)," paparnya.
Baca juga: Kemenhut tetapkan dua tersangka pembakaran hutan di Jabung Barat Jambi
Pewarta: Agus Suprayitno
Uploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.