peezycoineth.vip

Gubernur Jateng melayat ke keluarga korban pembunuhan di Semarang

2026-09-06 17:20

Gubernur Jateng melayat ke keluarga korban pembunuhan di Semarang

Senin, 7 September 2026 00:20 WIB

Image Print

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi melayat ke kediaman almarhumah Mozza Axillia Gunarsa di Bergas, Kabupaten Semarang, Minggu. (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi melayat ke kediaman almarhumah Mozza Axillia Gunarsa (18), korban pembunuhan yang sempat dilaporkan hilang sekitar setahun yang lalu, di Bergas, Kabupaten Semarang, Minggu.

"Saya menyampaikan belasungkawa. Semoga bapak, ibu, dan adik dikuatkan dan diberikan ketabahan," kata gubernur kepada orang tua Mozza, Singgih Datya Gunarsa dan Defita Riana.

Luthfi menyatakan kedatangannya itu sekaligus untuk menguatkan dan memberikan dukungan moral kepada orangtua dan seluruh keluarga yang ditinggalkan.

Ia menambahkan kasus yang menimpa Mozza menjadi pelajaran bersama, baik para orangtua, anak-anak, hingga aparat penegak hukum.

Ia juga akan berkoordinasi langsung dengan pihak kepolisian untuk memastikan proses hukum berjalan cepat dan tuntas.

"Kami akan membantu mengawal penanganan kasus ini dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar prosesnya segera ditangani secara tuntas," katanya.

Sementara itu, Singgih Datya Gunarsa menyampaikan harapannya kepada Gubernur Luthfi agar ikut membantu berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan.

"Saya harap keadilan yang sebenar-benarnya untuk putri kami, saya harap tidak ada keringanan bagi tersangka," katanya.

Mozza Axillia Gunarsa dilaporkan menghilang sejak Juni 2025.

Dari hasil penyelidikan, Polrestabes Semarang mengungkap dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh seorang laki-laki berinisial MDVS (22) warga Kabupaten Blora yang merupakan teman dekatnya.

Dari penangkapan pelaku tersebut terungkap pula lokasi jasad Mozza dibuang di sekitar jalan tol di Semarang sejak setahun lalu itu.

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.