Gunakan metode ASSIST, Lapas Tual skrining 19 warga binaan tiga berisiko berat - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Maluku melakukan skrining adiksi terhadap 19 warga binaan menggunakan metode Alcohol, Smoking and Substance Involvement Screening Test (ASSIST).
“Dari hasil skrining tersebut, tiga warga binaan diketahui masuk kategori risiko berat dan memerlukan asesmen lanjutan untuk program rehabilitasi,” kata Kepala Subseksi Perawatan Lapas Tual Maria E Renjaan di Ambon, Kamis.
Sementara itu, 16 warga binaan lainnya berada dalam kategori risiko ringan. Skrining dilaksanakan oleh Seksi Perawatan melalui Klinik Pratama Lapas Tual.
Ia menambahkan, tiga warga binaan yang masuk kategori risiko berat akan mendapatkan tindak lanjut berupa asesmen lanjutan sebagai dasar penentuan program rehabilitasi yang sesuai.
Ia juga mengatakan, skrining dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap riwayat penggunaan zat pada warga binaan sejak awal menjalani masa pembinaan.
“Skrining ini penting dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap riwayat penggunaan zat pada warga binaan. Dengan mengetahui hasilnya sejak awal, kami dapat memberikan tindak lanjut sesuai kebutuhan dan memastikan pelayanan perawatan diberikan secara tepat,” ujarnya.
Skrining dilakukan oleh dokter Lapas Tual, dr Eka Pratiwi Surya bersama peserta magang.
Kegiatan tersebut bertujuan mengetahui riwayat penggunaan zat pada warga binaan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan asesmen atau rehabilitasi yang berkaitan dengan narkoba, mental, dan sosial.
Menurut dr Eka, skrining adiksi ASSIST merupakan langkah awal untuk mengetahui kondisi dan riwayat penggunaan zat pada warga binaan.
“Skrining adiksi ASSIST ini menjadi langkah awal untuk mengetahui riwayat penggunaan zat pada warga binaan. Hasil skrining dapat menjadi dasar untuk menentukan apakah diperlukan tindak lanjut berupa asesmen atau rehabilitasi,” jelasnya.
Salah seorang warga binaan, MF, mengaku mengikuti proses skrining dengan baik. Menurut dia, pemeriksaan tersebut membantu warga binaan memahami kondisi diri sekaligus menunjukkan perhatian terhadap kesehatan selama menjalani masa pembinaan.
“Menurut saya, pemeriksaan seperti ini baik karena kami jadi lebih memahami kondisi diri sendiri. Saya juga merasa diperhatikan karena kesehatan kami tetap dipantau selama berada di lapas,” ucapnya.
Lapas Tual akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan dan perawatan bagi warga binaan sebagai bagian dari dukungan terhadap proses pembinaan, termasuk melalui upaya deteksi dini dan tindak lanjut sesuai kebutuhan masing-masing warga binaan.
Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.