Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Ruth Sahanaya Ungkap Pengalaman Berarti Bersama Sang Maestro
Sabtu, 26 September 2026 - 12:04 WIB
VIVA – Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan duka bagi para seniman yang pernah terlibat langsung dalam karya dan pertunjukannya. Penyanyi Ruth Sahanaya menjadi salah satu yang mengenang sosok Guruh melalui pengalaman yang pernah dilaluinya bersama sang maestro.
Baca Juga
Ruth Sahanaya menyampaikan pesan tersebut melalui unggahan di media sosial. Ia mengungkapkan rasa syukur karena beberapa kali mendapat kesempatan untuk ikut ambil bagian dalam pergelaran yang diciptakan Guruh Soekarnoputra.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Aku bersyukur beberapa kali ikut ambil bagian dalam pergelaran yang beliau ciptakan,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dari keterangan fotonya, Sabtu, 26 September 2026.
Baca Juga
Ruth mengatakan keterlibatannya dalam berbagai pergelaran tersebut memberinya banyak pengalaman berarti, terutama dalam seni pentas. “Banyak pengalaman berarti yang saya dapatkan, terutama seni pentas,” sambungnya.
Pengalaman itu menjadi salah satu kenangan Ruth terhadap Guruh setelah sang maestro meninggal dunia. Guruh memang dikenal tidak hanya sebagai pencipta lagu, tetapi juga sebagai seniman yang banyak berkarya melalui seni pertunjukan.
Baca Juga
Ia mendirikan Swara Mahardhika dan menghasilkan sejumlah pergelaran yang memadukan musik, tari, serta unsur budaya Nusantara. Karya-karya tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Guruh dalam mengembangkan seni pertunjukan Indonesia.
Ruth kemudian menyampaikan salam perpisahan kepada Guruh dengan menyebutnya sebagai seorang maestro. “Selamat jalan, Sang Maestro,” kata dia.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026, dalam usia 73 tahun. Putra bungsu Presiden Soekarno dan Fatmawati tersebut sebelumnya menjalani perawatan intensif di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan Guruh meninggal pada pukul 04.16 WIB.
Semasa hidupnya, Guruh dikenal memiliki ketertarikan besar terhadap seni sejak usia muda. Ia mempelajari berbagai kesenian tradisional, termasuk tari Jawa, Sunda, dan Bali, sebelum kemudian mengembangkan karier di bidang musik dan seni pertunjukan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namanya juga dikenal melalui sejumlah karya musik seperti “Gita Cinta”, “Galih dan Ratna”, “Lenggang Puspita”, hingga “Kembalikan Baliku”.
Perjalanan panjang tersebut membuat Guruh meninggalkan banyak karya yang kemudian menjadi bagian dari sejarah seni Indonesia. Ia juga menerima sejumlah penghargaan, termasuk Chevalier de l'Ordre des Arts et des Lettres dari Prancis pada 1991 dan Lifetime Achievement Award dari Anugerah Musik Indonesia pada 2010.
Halaman Selanjutnya
Dalam unggahannya, Ruth turut menyinggung warisan yang ditinggalkan Guruh. Menurutnya, karya, pemikiran, dan jejak sang maestro akan tetap dikenang.