peezycoineth.vip

Guruh Soekarnoputra Wafat, Anne Avantie Kehilangan Panutan Besar

2026-09-26 05:18

Jakarta -

Guruh Soekarno Putra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026). Kepergian putra presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, itu meninggalkan duka mendalam bagi desainer Anne Avantie.

"Sangat kehilangan," ujar perancang yang akrab disapa Bunda Anne itu kepada Wolipop.

Guruh wafat dalam usia 73 tahun setelah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit MRCCC Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat mendapat kabar bahwa seniman multi-talenta itu dirawat, Anne membagikan unggahan di Instagram yang berisikan doa serta kenangan manis bersama Almarhum.

Anne mengingat kembali betapa berjasanya Guruh dalam mengawali kiprahnya sebagai desainer.

"Jadi banyak orang nggak tahu, dan memang jarang saya ungkapkan. Sebetulnya cikal bakal saya jadi desainer itu berawal dari panggung tari. Saya sempat terlibat di bagian wardrobe Sanggar tari Soerya Soemirat yang dipimpin Mas Guruh di Solo," kenang Anne di ujung telepon dari Surabaya, Jawa Timur.

Kala itu, Anne masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Dari Guruh, ia belajar membuat kostum tari. Pengalaman tersebut yang kemudian menjadi modalnya untuk memulai karier di dunia mode sekitar 40 tahun lalu.

Rancangan kebaya Anne Avantie di IFW 2018Karya Anne Avantie di Indonesia Fashion Week 2018. (Foto: Mohammad Abduh/Wolipop)

Di mata Anne, sosok Guruh seperti seorang panutan yang selalu menyertai kariernya. Hampir di setiap peragaan desainer asal Semarang, Jawa Tengah, ini, lagu-lagu ciptaan Guruh seperti 'Melati Suci' dan 'Zamrud Khatulistiwa' setia mengalun untuk mendampingi langkah para model di catwalk.

Pada 2012, di ajang Indonesia Fashion Week, Anne menggandeng Guruh untuk mempersembahkan peragaan megah bertajuk 'Indonesia Sehati'.

Peragaan kolaboratif serupa seharusnya digelar kembali empat tahun lalu di Solo untuk merayakan pertemuan pertama mereka tapi batal digelar karena kendala teknis.

Namun, kolaborasi tetap berlanjut dalam bentuk sebuah koleksi busana. Anne mendapat kepercayaan dari Guruh untuk mengolah wastra dari koleksi pribadinya. "Ada sekitar 20 kain, dari batik sampai tenun," ujar Anne.

Untuk menjaga keaslian kain, Anne menggunakan teknik draperi agar tidak terlalu banyak memotong. Kebanyakan kain tersebut dijadikan bawahan kebaya.

Karya tersebut tidak dijual. Namun beliau berharap, lanjut Anne, koleksi ini dapat menjadi sebuah warisan dari perjalanannya sebagai seorang seniman sekaligus budayawan, untuk menginspirasi generasi baru.

Pada 2018, Guruh menerima penghargaan lifetime achievement dalam ajang Icon Fashion Awards di Jakarta Fashion & Food Festival (JF3) atas kontribusinya dalam melestarikan budaya, termasuk lewat batik yang pernah diciptakannya. Ia diakui sebagai 'Tokoh Pelopor Koreografi yang Mengkolaborasikan Pagelaran Busana dengan Musik dan Tarian Berbasis Budaya'.

(dtg/dtg)