peezycoineth.vip

Hadapi Aging Population, Kemendukbangga Dorong Lansia Tetap Produktif |Republika Online

2026-08-16 13:00

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indonesia tengah memasuki fase aging population yang membuat kebutuhan terhadap lingkungan sosial dan ekonomi yang ramah lanjut usia (lansia) semakin penting. Pemerintah mendorong perubahan paradigma agar lansia tidak hanya dipandang sebagai penerima santunan, tetapi tetap menjadi kelompok yang aktif, sehat, mandiri, dan memiliki peran dalam pembangunan.

Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono mengatakan, perubahan struktur demografi tersebut perlu diikuti dengan kebijakan yang menempatkan lansia sebagai subjek pembangunan.

Menurut Budi, kelompok lansia memiliki pengalaman dan kontribusi yang dapat terus dimanfaatkan dalam kehidupan sosial. Karena itu, pembangunan keluarga dan masyarakat perlu menyediakan lingkungan yang memungkinkan lansia tetap beraktivitas serta berkontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Komitmen tersebut salah satunya ditunjukkan melalui pelibatan puluhan lansia sebagai tamu kehormatan dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang akan digelar di Halaman Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta Timur, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program SIDAYA (Lansia Berdaya) yang mendorong lansia tetap aktif dan berdaya dalam kehidupan masyarakat.

Budi mengatakan, pelibatan lansia dalam momentum kemerdekaan juga memiliki makna untuk memberikan penghormatan kepada generasi yang telah berkontribusi bagi bangsa sekaligus memperkuat hubungan antargenerasi.

“Pelibatan lansia dalam momen sakral kemerdekaan memiliki makna strategis, yakni memberikan penghormatan bagi para senior yang sepanjang hidupnya tentu telah banyak berkontribusi terhadap bangsa dan negara,” kata Budi dalam siaran pers, Ahad (16/8/2026).

Menurut dia, kehadiran lansia dalam kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk mentransmisikan pengalaman dan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.

“Kehadiran para sesepuh bangsa di lapangan upacara diharapkan menjadi jembatan historis antargenerasi untuk mentransfer nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda,” ujar Budi.

Menurut Budi, program SIDAYA diarahkan untuk mendorong lansia tetap sehat, mandiri, dan berdaya sehingga tidak semata-mata bergantung pada dukungan keluarga maupun pemerintah.

Perubahan paradigma tersebut juga berkaitan dengan kesiapan Indonesia menghadapi dampak ekonomi dari peningkatan jumlah penduduk lansia. Kebutuhan terhadap layanan kesehatan, produk, jasa, ruang aktivitas, hingga kesempatan kerja dan usaha bagi kelompok lanjut usia berpotensi membentuk silver economy.

Karena itu, pembangunan ekosistem ramah lansia perlu melibatkan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Lingkungan yang mendukung aktivitas lansia menjadi salah satu faktor penting agar peningkatan usia harapan hidup dapat diikuti dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Dalam pelaksanaan upacara, Kemendukbangga/BKKBN menyiapkan fasilitas yang ramah lansia, antara lain area teduh, tempat duduk, pendamping khusus, fasilitas medis darurat, dan ambulans.

Langkah tersebut mendukung terciptanya lingkungan yang memungkinkan lansia tetap terlibat dalam aktivitas sosial dengan aman dan nyaman. Dalam jangka panjang, pendekatan tersebut diharapkan mendukung kesiapan Indonesia menghadapi perubahan struktur penduduk sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya silver economy.