peezycoineth.vip

Harga Daging Sapi Adem Ayem, Mendag Tak Perlu Tambah Kuota Impor

2026-07-21 10:20

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengklaim pasokan daging sapi nasional masih dalam kondisi aman meski harga di sejumlah daerah mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Menurutnya, pemerintah terus memantau pergerakan harga sekaligus memastikan distribusi berjalan lancar agar gejolak tidak meluas.

Kenaikan harga yang terjadi dinilai tidak dipicu oleh kekurangan stok. Pemerintah justru melihat persoalan utama berada pada kelancaran distribusi ke sejumlah wilayah yang mengalami kenaikan harga lebih tinggi dibanding daerah lainnya.

"Ya jadi gini, kita terus memastikan stok untuk daging sapi tercukupi ya memang harga daging sapi itu harga HET-nya sapi Rp140 ribu (per Kg), harga rata-rata nasional Rp140 ribu. Nah memang ada beberapa daerah yang lebih tinggi, ada yang masih sesuai HET," kata pria yang akrab disapa Busan itu di Gedung DPR RI, Selasa (21/7/2026).

Harga daging sapi secara nasional masih berada di sekitar Harga Eceran Tertinggi (HET). Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah daerah yang mencatatkan harga lebih tinggi dibandingkan wilayah lain. Kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh kelancaran distribusi daripada persoalan ketersediaan pasokan.

"Jadi kita memang distribusinya akan kita jaga dengan baik ya, jadi daerah-daerah yang misalnya agak naik, kemungkinan besar karena distribusi," sebut Budi.

Selain memastikan distribusi berjalan, pemerintah juga menegaskan stok daging sapi nasional masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk khawatir terhadap ketersediaan pasokan.

"Pasokannya cukup nggak ada masalah," ujarnya.

Selama stok dalam negeri masih memadai, pasokan akan dioptimalkan melalui mekanisme distribusi dan pengelolaan yang sudah berjalan. Artinya peluang tambahan kuota impor untuk saat ini belum menjadi opsi.

"Tidak (impor), sesuai neraca komoditas yang ditetapkan jadi nggak ada masalah karena stok kan masih cukup banyak," kata Budi.

(fys/wur)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]