peezycoineth.vip

Harga minyak naik, pelayaran Selat Hormuz kembali melambat - ANTARA News Bangka Belitung

2026-07-13 11:38

Istanbul (ANTARA) - Harga minyak dunia naik dan lalu lintas pelayaran komersial di Selat Hormuz kembali melambat setelah saling serang terbaru antara Amerika Serikat dan Iran meningkatkan risiko keamanan di jalur distribusi energi utama dunia.

Pada Ahad, minyak mentah Brent naik sekitar 3,5 persen menjadi hampir 79 dolar AS per barel, sekitar sembilan persen di atas level sebelum konflik. Kpler mencatat hanya 22 kapal melintasi selat itu pada Kamis.

Menurut perusahaan data maritim Kpler, sebelum konflik pecah, lebih dari 130 kapal per hari melintasi Selat Hormuz.

Eskalasi terjadi setelah Amerika Serikat menyerang sekitar 140 sasaran di Iran menyusul serangan Teheran terhadap sebuah kapal kontainer di Selat Hormuz.

Iran menyatakan pihaknya telah membalas serangan tersebut dengan menyerang posisi Amerika Serikat di kawasan.

Kepala Riset Timur Tengah Kpler Amena Bakr mengatakan serangan terbaru menghilangkan kepercayaan perusahaan pelayaran komersial, ungkap laporan The New York Times.

"Kepercayaan itu terkikis sangat, sangat cepat. Kami kembali ke titik awal dalam situasi ini," kata Bakr.

Badan Energi Internasional (IEA), dalam laporannya pada Jumat, menyatakan pemulihan ekspor minyak Teluk setelah gencatan senjata awal Amerika Serikat-Iran bulan lalu sempat meningkatkan pasokan global.

Namun, IEA memperingatkan pemulihan yang lebih luas tetap bergantung pada meredanya kembali konflik dalam waktu cepat.

Bakr mengatakan pasar energi mulai terbiasa dengan ketegangan yang terus berulang di kawasan tersebut.

"Pasar telah menyesuaikan diri dengan kondisi normal baru. Pergerakan harga belum sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya maupun tingkat risiko geopolitik," ujarnya.

Sumber: Anadolu

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.