peezycoineth.vip

Harta Karun Arkeologi Lebanon Terus Bermunculan di Tengah Gejolak Perang

2026-09-03 00:18

Jakarta -

Penemuan harta karun arkeologi di Lebanon terus bermunculan. Namun, penggalian di sejumlah situs bersejarah harus dihentikan karena gejolak perang antara Israel-Hizbullah.

Salah satu temuan terbaru berada di Maasser al-Shouf, kawasan pegunungan di tenggara Beirut. Arkeolog menemukan sisa kolom dan fondasi kuil Romawi yang diperkirakan berasal dari abad pertama sebelum Masehi hingga abad kedua Masehi.

Pejabat kepurbakalaan Kementerian Kebudayaan Lebanon, Myriam Ziade, mengatakan kawasan tersebut memiliki sistem bangunan yang lebih luas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebuah sistem lengkap dibangun di sekitar kuil ini," ungkapnya dikutip dari The Star, Kamis (3/9/2026).

Situs itu kemudian diubah menjadi benteng pada abad ke-12 hingga ke-13 pada masa Perang Salib. Penemuan bermula pada 2017 setelah pemerintah setempat menemukan balok-balok batu berukuran besar di sebuah bukit.

Lima tahun kemudian, penggalian dilakukan bersama tim dari sebuah universitas Italia dan mengungkap reruntuhan kuil berukuran besar. Penggalian di lokasi itu rencananya kembali dilanjutkan.

Ziade menuturkan situs tersebut berada di jaringan jalan yang menghubungkan pesisir Mediterania dengan Lembah Bekaa. Tak jauh dari sana, terdapat Baalbek yang terkenal dengan kompleks kuil Romawi yang masih terawat dan menjadi salah satu landmark Lebanon.

Lebanon memang kaya akan peninggalan dari berbagai periode, mulai dari Fenisia, Persia, Romawi, Bizantium, era Perang Salib hingga kesultanan dan kekaisaran Arab-Islam. Namun, konflik yang kembali memanas membuat aktivitas arkeologi ikut terdampak.

Setelah Hizbullah yang didukung Iran terlibat dalam perang di Timur Tengah pada Maret lalu, Israel melancarkan serangan udara dan invasi darat di Lebanon selatan. UNESCO kemudian memasukkan sejumlah situs Lebanon ke daftar Warisan Dunia dalam Bahaya, termasuk kota kuno Tyre yang memiliki peninggalan Romawi dan hippodrome dari abad kedua.

Penemuan harta karun arkeologi di LebanonPenemuan harta karun arkeologi di Lebanon. (JOSEPH EID/AFP)

Lima benteng di kawasan Jabal Amel, Lebanon selatan, juga masuk daftar tersebut. Salah satunya Benteng Beaufort dari era Perang Salib yang direbut pasukan Israel pada Mei.

"Sekarang kami fokus melindungi warisan budaya yang terancam di Lebanon selatan dan Lembah Bekaa, khususnya kawasan Baalbek," kata Kepala Kepurbakalaan Kementerian Kebudayaan Lebanon, Sarkis Khoury.

"Penggalian di daerah berbahaya telah dihentikan, dan misi arkeologi di seluruh Lebanon kini berada dalam periode aktivitas yang sangat minim, terutama di wilayah selatan," lanjutnya.

Tim arkeologi dari luar negeri juga disebut telah berhenti datang ke Lebanon. Meski begitu, penggalian masih berjalan di sejumlah wilayah utara.

Di Batroun, arkeolog menemukan alat pemeras zaitun dari era Romawi di sebuah lahan pribadi, lengkap dengan pemberat tembikar dan benda yang berkaitan dengan produksi tekstil. Di lokasi lain, ditemukan dua tambang batu yang masing-masing berasal dari masa Romawi dan Fenisia.

Arkeolog juga menemukan ruangan dari periode Fenisia, Persia, dan Romawi, potongan tembikar Yunani, serta guci besar untuk menyimpan barang dari pelabuhan. Temuan tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan yang hidup di kota kuno itu.

Sementara di Beirut, penggalian dilakukan bersamaan dengan proyek pembangunan. Arkeolog, Laure Salloum, mengatakan pekerja kerap menemukan peninggalan sejarah saat proyek berlangsung, termasuk alat pemeras zaitun Romawi.

Tim juga masih mencari bagian yang tersisa dari hippodrome Romawi yang pertama kali ditemukan saat pembangunan kompleks komersial dan hunian. Temuan lain di Beirut adalah pemandian Romawi berusia sekitar 2.000 tahun.

(upd/ddn)