peezycoineth.vip

Hilirisasi mineral ciptakan nilai lebih besar bagi Indonesia - ANTARA News Megapolitan

2026-09-13 10:46

Depok (ANTARA) - Kekayaan mineral Indonesia tidak seharusnya berhenti sebagai komoditas yang diambil dari dalam bumi. Melalui hilirisasi, mineral dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah yang mendukung industri, menciptakan aktivitas ekonomi baru, dan memperkuat daya saing nasional.

Semangat tersebut menjadi landasan Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID bersama PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dalam mengelola sumber daya mineral Indonesia agar mampu memberikan manfaat dan makna yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Corporate Secretary ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto, mengatakan bahwa perjalanan mineral tidak semestinya berakhir ketika sumber daya tersebut berhasil ditambang.

“Bagi ANTAM, setiap mineral memiliki perjalanan, mulai dari mine, kemudian diolah menjadi value, dan pada akhirnya harus memberikan meaning. Artinya, sumber daya mineral Indonesia harus mampu mendorong industri dan perekonomian, membuka peluang bagi masyarakat, sekaligus tetap dikelola dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” kata Wisnu dalam sosialisasi MediaMIND 2026 di Gedung Science Techno Park Universitas Indonesia, Jumat (11/9/2026).

Menurut Wisnu, hilirisasi bukan hanya soal membangun fasilitas pengolahan, tetapi bagaimana sumber daya alam mampu menciptakan manfaat yang lebih besar. Mineral yang sebelumnya hanya dijual sebagai bahan mentah dapat diolah menjadi produk yang mendukung berbagai industri strategis, menarik investasi, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu contoh nyata terlihat pada komoditas bauksit dan nikel. Bauksit yang diolah menjadi alumina dan aluminium mampu meningkatkan nilai ekonomi hingga puluhan kali lipat dibandingkan ketika dijual sebagai bijih mentah. Sementara itu, nikel yang diolah menjadi produk bernilai tambah untuk ekosistem baterai kendaraan listrik memberikan nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi dibandingkan ekspor bijih mineral semata.

Dampak dari proses tersebut tidak hanya tercermin pada peningkatan pendapatan industri, tetapi juga pada tumbuhnya rantai pasok baru, masuknya investasi, transfer teknologi, serta lahirnya industri pendukung yang memperkuat struktur ekonomi nasional.

“Ukuran keberhasilan pertambangan bukan hanya apa yang dapat dihasilkan hari ini, tetapi juga manfaat yang dapat kita tinggalkan bagi masyarakat, lingkungan, dan generasi mendatang,” ujar Wisnu.

MIND ID sebagai holding industri pertambangan Indonesia mendorong hilirisasi menjadi instrumen penting untuk memastikan kekayaan mineral Indonesia mampu memberikan nilai tambah yang semakin besar di dalam negeri.

“Hilirisasi menjadi bagian penting untuk memastikan sumber daya mineral Indonesia memberikan nilai tambah yang semakin besar di dalam negeri. Pertambangan bukan hanya mengenai komoditas yang dihasilkan, tetapi bagaimana kekayaan mineral tersebut dapat memperkuat industri, mendukung kemandirian nasional, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Department Head Corporate Communication MIND ID, Pratiwa Dyatmika.

Menurut Pratiwa, hilirisasi pada akhirnya bukan hanya strategi peningkatan nilai ekonomi mineral, melainkan cara untuk memastikan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi industri, masyarakat, dan generasi mendatang.

Penguatan nilai tambah melalui hilirisasi turut menopang kinerja Grup MIND ID. Sepanjang 2025, Grup MIND ID membukukan pendapatan sebesar Rp159,46 triliun dengan, serta memberikan kontribusi kepada negara melalui pajak, PNBP, dan dividen sebesar Rp92,56 triliun.

Selain menciptakan nilai ekonomi, transformasi pertambangan juga diarahkan untuk menghadirkan manfaat sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. Hingga 2025, Grup MIND ID telah menanam lebih dari 7,48 juta pohon dan mereklamasi lebih dari 7.800 hektare lahan.

Melalui hilirisasi, sumber daya mineral Indonesia bergerak dari sekadar hasil tambang menjadi penggerak industri, pencipta nilai tambah, serta fondasi bagi Indonesia yang semakin mandiri dan berdaya saing.

Pewarta: Feru Lantara
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.