Hotspot Karhutla Bengkayang turun drastis jadi 42 titik - ANTARA News Kalimantan Barat
Bengkayang (ANTARA) - Titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, turun drastis dari 1.324 titik pada Agustus menjadi 42 titik hingga pekan kedua September 2026.
Penurunan tersebut menjadi salah satu capaian yang disoroti Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab dalam upaya penanganan Karhutla di wilayah itu. Meski hotspot menurun signifikan, ia meminta seluruh personel tetap waspada karena kabut asap masih terasa di sejumlah wilayah.
"Hotspot dari bulan Agustus berada di angka 1.324, kemudian menurun drastis hingga minggu pertama dan kedua September menjadi 42 titik. Turunnya sangat signifikan," ujar Syahirul saat memimpin apel pagi di Mapolres Bengkayang, Senin.
Ia mengapresiasi kinerja personel Polres Bengkayang dan Polsek jajaran yang terus melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan Karhutla, termasuk patroli, sosialisasi kepada masyarakat hingga penegakan hukum.
Namun, Kapolres mengingatkan penurunan hotspot tersebut tidak boleh membuat personel maupun masyarakat lengah. Menurutnya, kondisi kabut asap yang masih terasa menunjukkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran harus tetap dipertahankan.
"Kita jangan euforia. Kabut asap yang ada di Kabupaten Bengkayang masih dirasa tebal, meskipun tidak sepekat yang ada di kabupaten lainnya," katanya.
Ia meminta personel yang bertugas di lapangan menjaga kesehatan dengan menggunakan masker. Imbauan serupa juga terus disampaikan kepada masyarakat, terutama ketika beraktivitas di luar rumah saat kondisi udara masih dipengaruhi kabut asap.
Polres Bengkayang terus meningkatkan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.
Kegiatan tersebut mencakup sosialisasi kepada masyarakat, patroli, pembagian bantuan sosial dan masker, manajemen media serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
"Ini tetap kita laksanakan setiap harinya. Saya rasa sampai saat ini sudah semakin banyak masyarakat yang sadar untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Ini wajib kita syukuri," ujar Syahirul.
Menurutnya, kondisi kamtibmas di Kabupaten Bengkayang hingga kini tetap kondusif. Ia mengatakan situasi tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan personel melalui kegiatan preemtif, preventif, penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat.
Selain penanganan Karhutla, Syahirul mengingatkan seluruh personel agar melaksanakan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP), aturan dan ketentuan yang berlaku untuk meminimalkan potensi kesalahan maupun temuan dalam pelaksanaan tugas.
Ia berharap kondisi cuaca di Bengkayang segera membaik dan hujan turun secara konsisten sehingga membantu menghilangkan kabut asap sekaligus menekan potensi munculnya kembali titik api.
"Semoga di Kabupaten Bengkayang secara konsisten terus-menerus turun hujan. Kalau tidak ada titik api dan hujan turun, saya rasa kabut asap yang tebal ini akan hilang dan cuaca akan cerah lagi," kata Syahirul.
Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.