ICF optimistis lampaui target balap sepeda Asian Games 2026
Jakarta (ANTARA) -
Pengurus Pusat Indonesia Cycling Federation (ICF) optimistis cabang olahraga balap sepeda mampu melampaui target satu medali emas yang ditetapkan pemerintah pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Sekretaris Jenderal PP ICF Jadi Rajagukguk mengatakan keyakinan tersebut didasarkan pada perkembangan performa atlet Indonesia dalam satu tahun terakhir, baik melalui hasil kejuaraan internasional maupun peningkatan peringkat atlet.
"Target Kemenpora itu satu emas, tetapi kami melihat peluang untuk mendapatkan lebih dari itu berdasarkan hasil pembinaan, pelatihan, try out, dan ranking point atlet," kata Jadi seusai pembukaan Kejurnas Track Indonesia 2026 di Jakarta International Velodrome, Jumat.
Menurut dia, atlet Indonesia saat ini mampu bersaing dengan negara-negara kuat Asia seperti Jepang, China, dan Korea Selatan. Persaingan tersebut terlihat dari posisi atlet Indonesia dalam peringkat individu maupun poin nasional.
"Kita bersaing dengan Jepang, China, dan Korea. Ada yang berada di peringkat satu, dua, dan tiga Asia, baik individual point maupun national point," ujarnya.
Jadi mengatakan sejumlah nomor menjadi peluang Indonesia untuk meraih medali emas, di antaranya BMX, mountain bike (MTB), nomor track team pursuit, road putri, dan freestyle.
Baca juga: ICF kirim 21 atlet balap sepeda ke Asian Games 2026
Pada nomor BMX, Indonesia memiliki peluang setelah atlet nasional mampu berada di jajaran atas Asia. Sementara pada nomor MTB, posisi atlet Indonesia juga cukup menjanjikan setelah mampu bersaing dalam peringkat kawasan.
"Di MTB kita ranking dua dan tiga Asia. Di dunia kita juga ada yang ranking 10, ini kan potensi buat kita," kata Jadi.
Selain itu, nomor trek melalui team pursuit juga menjadi salah satu andalan karena Indonesia memiliki atlet yang mampu bersaing di level internasional.
"Di track ini juga ada satu team pursuit kita juga potensi mendapatkan emas," ujar Jadi.
Peluang lainnya datang dari nomor freestyle. Jadi menyebut atlet Indonesia mampu menunjukkan hasil positif saat tampil di ajang internasional di Jepang.
"Freestyle kita kemarin di Jepang, Asia World Cup, Jepang nomor satu dan kita nomor dua," kata Jadi.
Meski optimistis, Jadi menyadari persaingan Asian Games tetap tidak mudah karena hasil pertandingan juga dipengaruhi faktor lain di luar persiapan atlet.
"Semua sudah dipersiapkan. Sekarang tinggal bagaimana tampil maksimal saat pertandingan. Faktor keberuntungan juga tetap ada dalam olahraga," ujar Jadi.
Sebagai persiapan terakhir, Jadi mengatakan atlet BMX masih akan mengikuti Kejuaraan Asia BMX di Malaysia pada 5-8 Agustus sebagai agenda internasional terakhir sebelum keberangkatan.
Baca juga: ICF jadikan Kejurnas Track 2026 seleksi menuju SEA Games 2027
Baca juga: Bekasi Coastal Gravel 2026 angkat potensi sport tourism pesisir
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.