peezycoineth.vip

Igloo Insurtech Catat 55% Penawaran Premi Sukses Menjadi Polis di 2025

2026-08-26 06:09

ILUSTRASI. Sepanjang 2025, Igloo mencatat sekitar 55% penawaran premi yang diberikan ke calon nasabah sukses menjadi polis yang dibeli nasabah (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)

Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kesadaran masyarakat Indonesia membeli asuransi perjalanan sebelum bepergian makin meningkat. Penjualan asuransi perjalanan terutama meningkat di masa-masa libur hari besar, seperti Idul Fitri dan Natal.

Ini terlihat dari laporan bertajuk How Indonesian Buy Travel Insurance, yang dirilis oleh perusahaan asuransi digital alias insurtech Igloo, Rabu (26/8/2026). Laporan tersebut dibuat berdasarkan data transaksi perjalanan di Igloo.co.id sepanjang 2025.

Laporan tersebut mencatat, penjualan asuransi perjalan di Indonesia terutama meningkat di November dan Desember. Kenaikan penjualan di periode ini terutama didorong oleh libur akhir tahun. Banyak warga Indonesia melakukan perjalanan ke luar negeri jelang libur Natal.

November merupakan bulan dengan volume penjualan terbesar. Angkanya mencapai lebih dari dua kali lipat rata-rata bulanan, didorong oleh perjalanan internasional akhir tahun.

Permintaan asuransi perjalanan mulai berkurang di bulan April dan Mei tahun berikutnya. Ini seiring tuntasnya libur lebaran. Masyarakat cenderung hanya bepergian ke destinasi yang dekat dengan tempat tinggalnya.

Baca Juga: Laba BSI (BRIS) Tumbuh 11%, CGS Pertahankan Rekomendasi Tapi Target Harga Dipangkas

Sepanjang 2025, Igloo mencatat sekitar 55% penawaran premi yang diberikan ke calon nasabah sukses menjadi polis yang dibeli nasabah. Dari semua polis yang terjual, sekitar 65% di antaranya merupakan pertanggungan untuk perjalanan internasional.

“Permintaan mencapai puncaknya pada kuartal pertama, saat masyarakat Indonesia bepergian ke destinasi yang cocok untuk musim dingin, serta pada kuartal keempat,” tulis laporan Igloo, Rabu (26/8/2026).

 Sementara itu, permintaan asuransi perjalanan domestik cenderung lebih fluktuatif karena dipengaruhi oleh kalender festival di Indonesia. Lonjakan tajam biasanya terjadi di sekitar masa liburan utama.

Meski permintaan mulai naik, Igloo menilai penetrasi asuransi perjalanan di Indonesia masih tergolong rendah. Igloo menilai ini akibat berbagai hambatan struktural dan pengalaman pengguna.

Di antaranya halaman produk yang sarat istilah teknis, kurangnya panduan bagi pengguna terkait pilihan perusahaan asuransi maupun paket perlindungan, hingga layanan yang tidak tersedia di luar jam kerja.

Baca Juga: YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Sepihak, Imbau Bank Mandiri Agar Transparan

Juni lalu, Igloo meluncurkan Igi, asisten asuransi perjalanan berbasis akal imitasi (AI) yang menawarkan layanan menyeluruh di Indonesia. Igi memandu konsumen yang ingin membeli asuransi di sepanjang prosesnya, mulai dari pemilihan destinasi dan perbandingan paket hingga pemberian rekomendasi yang dipersonalisasi, pembayaran, serta penerbitan polis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag