IHSG Kembali Menguat Pagi Ini, Pasar Menanti Arah The Fed dan Data Cadangan Devisa
Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengawali perdagangan dengan penguatan pada Rabu, 7 Oktober 2026. Pergerakan positif ini melanjutkan tren kenaikan indeks yang telah berlangsung dalam beberapa perdagangan terakhir.
Baca Juga
Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level 6.210,42, naik 17,49 poin atau 0,28 persen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Penguatan tersebut menunjukkan pergerakan positif pasar saham domestik di tengah investor yang masih mencermati sejumlah sentimen ekonomi global dan perkembangan kebijakan moneter.
Baca Juga
Dari aktivitas perdagangan, tercatat sebanyak 302 saham menguat, sementara 51 saham melemah dan 306 saham lainnya stagnan.
Volume transaksi mencapai sekitar 3,98 miliar saham. Adapun nilai transaksi tercatat sebesar Rp621 miliar, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 109.705 kali.
Baca Juga
IHSG Lanjutkan Tren Penguatan
Kenaikan IHSG pada awal perdagangan Rabu melanjutkan tren positif yang telah terlihat sejak akhir pekan lalu.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG tercatat menguat 0,46 persen atau 27,38 poin hingga berada di level 6.036. Tren penguatan kemudian berlanjut pada perdagangan Senin, 4 Oktober 2026.
Pada perdagangan tersebut, IHSG melesat 1,36 persen hingga mencapai level 6.118,86.
Penguatan kembali terjadi pada Selasa, 6 Oktober 2026. IHSG naik 1,21 persen dan ditutup di level 6.192,93.
Dengan pergerakan positif pada pembukaan perdagangan Rabu, investor kembali mencermati apakah tren penguatan pasar saham domestik dapat bertahan di tengah sejumlah agenda ekonomi yang menjadi perhatian pasar.
Cadangan Devisa Jadi Perhatian Investor
Sentimen perdagangan IHSG pada Rabu dipengaruhi oleh perkembangan sektor eksternal serta arah kebijakan moneter global.
Dari eksternal, pelebaran defisit perdagangan Amerika Serikat menjadi salah satu perhatian pasar. Sementara dari dalam negeri, kenaikan proyeksi pertumbuhan Indonesia menjadi kabar positif bagi investor.
Pada perdagangan hari ini, perhatian investor kemudian tertuju pada laporan cadangan devisa Indonesia.
Data tersebut dinantikan untuk melihat ketahanan eksternal Indonesia sekaligus ruang yang tersedia untuk mendukung stabilisasi nilai tukar rupiah.
Pergerakan rupiah menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan investor karena dapat memengaruhi sentimen terhadap aset-aset domestik, termasuk pasar saham.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Investor Menunggu Risalah The Fed
Perhatian pasar selanjutnya akan mengarah pada risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) September yang dijadwalkan terbit pada dini hari besok pukul 01.00 WIB.
Halaman Selanjutnya
Dokumen tersebut akan memberikan gambaran mengenai pembahasan para pejabat bank sentral Amerika Serikat di balik keputusan kebijakan suku bunga.