peezycoineth.vip

Indo Water 2026 Expo Hadirkan Solusi Bidang Air Hingga Energi Terbarukan

2026-08-12 16:09

Memasuki hari kedua penyelenggaraan Indo Water, PT Napindo Media Ashatama (Napindo) terus menghadirkan berbagai forum strategis dalam rangkaian pameran yang diselenggarakan bersamaan dengan Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, Indo Firex, serta Indonesia International Smart City 2026 Expo & Forum.

Pameran lintas sektor ini kembali mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi,asosiasi, dan mitra strategis dalam satu platform kolaborasi yang menghadirkan berbagai solusi di bidang air dan air limbah, pengelolaan sampah dan daur ulang, energi terbarukan dan kelistrikan, keamanan, proteksi kebakaran, hingga solusi kota cerdas.

Setelah sukses membuka penyelenggaraan pada hari pertama yang dihadiri ribuan pengunjung profesional dari dalam dan luar negeri, Indo Water 2026 Expo & Forum mencatat area pameran seluas 20.000 meter persegi yang terisi penuh oleh lebih dari 700 perusahaan peserta dari 23 negara.

Sebagai pionir pameran internasional industri air dan air limbah di Indonesia selama 25 tahun, penyelenggaraan tahun ini turut didukung oleh lebih dari 30 kementerian, lembaga, asosiasi, akademisi, dan mitra strategis yang berkolaborasi menghadirkan forum, seminar, pelatihan, hingga program edukatif.

Dukungan tersebut semakin memperkuat posisi Indo Water sebagai platform yang mempertemukan para pemangku kepentingan dalam mendorong penerapan solusi dan teknologi di berbagai sektor strategis.

Waste to Energy Forum bertajuk "Enhancing National Efforts Through Regional Governance & Yield Innovation” secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Drs. Safrizal, Z.A

Forum ini menyoroti pentingnya perubahan paradigma pengelolaan sampah dari pendekatan yang berorientasi pada pembuangan di TPA menuju pengelolaan dari hulu melalui reduce, reuse, dan recycle, serta pengembangan berbagai alternatif pemanfaatan sampah menjadi sumber daya dan energi.

Dalam paparannya, Safrizal menekankan bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, mulai dari penyusunan regulasi, penguatan kelembagaan dan pendanaan, penyediaan sarana prasarana, hingga fasilitasi kerja sama dengan of taker dan pelaku usaha.

“Pengembangan waste to energy juga perlu didukung oleh kesiapan tata kelola daerah dan kolaborasi antarpemangku kepentingan agar dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang pengelolaan sampah,” ujar Safrizal dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Sebagai salah satu agenda utama sektor pengelolaan sampah dan daur ulang, The ASEAN Recycling Summit 3.0 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) menghadirkan diskusi mengenai perkembangan industri daur ulang plastik, implementasi ekonomi sirkular, serta penguatan kolaborasi regional dalam membangun ekosistem daur ulang yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Mr. Kwok Fuk Seng, Ambassador of Singapore to the Republic of Indonesia, dan turut dihadiri oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz Hendropriyono, bersama para pemangku kepentingan dari pemerintah, industri, asosiasi, akademisi, serta mitra dari kawasan ASEAN.

Dalam kesempatan tersebut, Diaz menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam mendorong peningkatan recycling rate di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan forum ini menjadi salah satu ruang untuk memperkuat kerja sama tersebut, terutama dalam mendorong praktik pemilahan sampah.

“Saya ingin menekankan kembali betapa pentingnya event ini karena recycling rate kita sebenarnya masih lumayan sedikit. Jadi kita di KLH siap berkolaborasi dengan ADUPI dan Napindo, apa yang perlu kita kerjasamakan supaya recycling rate kita bisa meningkat,” kata Diaz.

Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk memastikan 100 persen sampah nasional dapat terkelola dengan baik pada 2029.

Sementara itu, Christine Halim, Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), menekankan bahwa isu sampah plastik dan ekonomi sirkular tidak lagi dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan erat dengan pengembangan industri, inovasi teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengurangan emisi, serta penguatan rantai pasok bahan baku yang berkelanjutan.

Ragam Kegiatan Pendukung Lengkapi Hari Kedua dan Ketiga Pameran

Selain kedua forum utama, aktivitas di area pameran sepanjang hari kedua juga diwarnai dengan business matching dan demonstrasi berbagai solusi dan teknologi dari para peserta pameran. Berbagai program pendukung turut diselenggarakan, antara lain talkshow "Security Management System in High Risk Building" bersama Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI), dan berbagai sesi Spotlight Zone.

Di sektor proteksi kebakaran dan penyelamatan, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Live Demonstration melalui simulasi penanganan kebakaran pada bagian dalam kendaraan (interior vehicle fire).

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup melanjutkan Coaching Clinic, Indonesian Water Association (IdWA) yang kembali menghadirkan IdWA Training sebagai wadah konsultasi dan edukasi, serta puluhan sesi Technical Product Presentation. Keempat program tersebut akan terus terlaksana hingga hari terakhir penyelenggaraan pameran.

Rangkaian kegiatan pameran masih akan berlangsung hingga Kamis, 13 Agustus 2026 melalui pelaksanaan Indonesia International Water Forum bersama Ikatan Alumni Teknik Lingkungan ITB (IATL-ITB), forum "Penerapan Perencanaan Proteksi Kebakaran Berbasis Kinerja pada Bangunan Gedung di Indonesia & Keselamatan Kebakaran Kendaraan Listrik" bersama Indonesian Fire and Rescue Foundation (IFRF), serta sesi Spotlight Zone bertajuk "Driving Hydrogen Transition through Student Innovation" oleh Antasena Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang akan menampilkan Hydrogen Motorcycle, peraih Juara 1 PLN Innovation & Competition in Electricity (PLN ICE) 2024 yang juga telah dipamerkan pada IPA Convex 2026 dan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES).

Melanjutkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan teknologi industri air dan air limbah Indonesia serta sektor pendukungnya, Napindo juga mengumumkan bahwa Indo Water, Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, Indo Firex, Rescue & Disaster, serta Indonesia International Smart City 2027 Expo & Forum akan kembali diselenggarakan pada 24-26 Agustus 2027 di venue baru, Nusantara International Convention & Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Indonesia.