Indonesia jadi negara dengan jumlah pembelajar bahasa Jepang terbanyak kedua di dunia - ANTARA News Bali
Denpasar (ANTARA) - Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, Bali, Miyakawa Katsutoshi menyebutkan Indonesia menjadi salah satu penggerak utama pertukaran budaya Indonesia-Jepang karena tingginya minat generasi muda mempelajari bahasa negara tersebut.
“Indonesia saat ini tercatat sebagai negara dengan jumlah pembelajar bahasa Jepang terbanyak kedua di dunia,” kata Miyakawa di sela sosialisasi pembelajaran bahasa Jepang di Denpasar, Bali, Selasa.
Di Bali, lanjut dia, minat generasi muda belajar bahasa negeri sakura itu juga terbilang tinggi dengan latar belakang ketertarikan budaya populer, karir hingga alasan studi lebih lanjut.
Adapun jumlah mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Jepang, kini mencapai sekitar 7.000 orang dan terus bertambah.
Diplomat senior itu menambahkan di Pulau Dewata saat ini lebih dari 150 sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang menjadikan bahasa Jepang sebagai salah satu mata pelajaran bahasa asing pilihan.
Melalui jalur pendidikan bahasa, lanjut dia, telah membuka potensi karir salah satunya lewat program magang kerja yang pada November 2025 berangkat ke Jepang sekitar 2.000 peserta.
Ia meyakini, bahasa Jepang di sejumlah sekolah di Bali bukan sekadar penguasaan tata bahasa, melainkan sebagai jembatan hubungan bilateral kedua negara.
Senada dengan Miyakawa, Direktur Jenderal The Japan Foundation Inami Kazumi menambahkan pembelajaran bahasa Jepang di level sekolah menengah termasuk Madrasah Aliyah (MA) tak hanya untuk pendidikan, tapi juga memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
“Kami melihat efek jangka panjang yaitu persahabatan antarkedua bangsa. Belajar bahasa asing itu tidak hanya sekedar sebagai alat komunikasi, tapi sekaligus mempelajari budayanya juga,” imbuhnya.
Ia menambahkan dari survei yang dilakukannya pada 2024, diperkirakan sekitar 700 ribu pembelajar bahasa Jepang adalah orang Indonesia, menjadikan yang terbesar kedua di dunia setelah China.
Pihaknya telah menjalankan program pengiriman mitra bahasa Jepang (Nihongo partners) ke Indonesia yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI sejak 2014 dan Kementerian Agama RI sejak 2023.
Secara kumulatif, hingga saat ini sudah ada 1.000 mitra atau penutur asli yang dikirim ke Indonesia.
“Di Bali secara rutin kami mengirim tujuh hingga delapan orang dan di seluruh Indonesia itu hampir 120 orang mitra,” ucapnya.
Sementara itu, dalam sosialisasi tersebut diikuti puluhan perwakilan guru dan kepala sekolah dari 65 sekolah di Bali, baik yang sudah dan belum menerapkan kegiatan belajar bahasa Jepang.
Kepala SMA Negeri 8 Denpasar I Wayan Sucipta menjelaskan sejak 2015 pihaknya rata-rata menerima satu orang penutur asli untuk mendampingi guru bahasa Jepang di sekolahnya dengan durasi selama enam bulan.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.