peezycoineth.vip

Indonesia tekankan kerja sama dengan negara lain bangun transportasi

2026-09-23 04:47

Beijing (ANTARA) - Wakil Menteri Perhubungan Suntana mengatakan Indonesia menekankan pentingnya kerja sama dengan negara-negara lain dalam membangun transportasi yang efektif, aman dan terdigitalisasi.

"Satu hal yang paling penting dalam membangun transportasi yang paling bagus dan terhubung adalah kerja sama antarnegara. Saling menukar informasi, saling menukar pengalaman, itulah kenapa kami hadir di sini untuk berbagi pengetahuan, inovasi, termasuk mendengar apa yang telah dilakukan oleh negara-negara lain, mungkin bisa diterapkan di Indonesia," katanya kepada ANTARA di Beijing, Selasa (22/9).

Suntana menyampaikan hal itu di sela-sela "Global Sustainable Transport Forum" (GSTF) 2026 yang dilaksanakan pada 22-23 September 2026 di Beijing sebagai inisiatif kerja sama global untuk mengatasi isu-isu dan tantangan utama transportasi berkelanjutan, serta memajukan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.

"Kami banyak belajar dari presentasi beberapa negara. Kami melihat penerapan digitalisasi dan AI yang memang sangat diperlukan untuk membangun transportasi yang lebih efektif, lebih aman, lebih sinergis, dan lebih akurat dalam waktu, termasuk di China ini," katanya.

Pada GSTF 2026 yang juga dihadiri para menteri transportasi dari Albania, Angola, Kamboja, Kenya, Kuwait, Laos, Malaysia, Myanmar, Seychelles, Singapura, Tanzania, Belarus, Kirgistan, Mongolia, Uzbekistan itu, diadopsi "Framework on Global Sustainable Transportation Development and Cooperation Initiative".

Kerja sama dalam kerangka GSTF itu bersifat terbuka, inklusif, voluntary dan juga tidak mengikat.

"Kami belajar dari persoalan-persoalan yang ada di wilayah negara lain, dan kita juga mengevaluasi persoalan-persoalan transportasi di negara kita, kemudian nanti dielaborasi, dan membuat langkah-langkah inovasi dengan didukung teknologi AI, dan digitalisasi, sehingga transportasi yang menghubungkan manusia, barang, dan yang lainnya dapat lebih baik," tambah Suntana.

Meski tidak ada kesepakatan (MoU) bilateral antara Indonesia dan negara lain yang disepakati dalam pertemuan tersebut, Suntana mengaku Indonesia mendukung pembentukan "platform" kerja sama global yang diinisiasi China dalam GSTF 2026 tersebut.

"Ada pernyataan bersama dari para kementerian negara yang mengurus transportasi dan hal itu akan kita jadikan pedoman untuk langkah tindak lanjut kerja sama baik antarnegara, maupun multilateral dalam APEC misalnya, jadi kita bisa belajar kemajuan bidang transportasi negara lain," jelas Suntana.

Selain menghadiri GSTF 2026, Suntana juga memimpin delegasi Indonesia untuk menghadiri "The 12th APEC Transportation Ministerial Meeting". Dia menyampaikan upaya dan capaian yang dilakukan oleh Indonesia dalam penerapan teknologi baru dalam rangka mewujudkan transformasi digital di bidang transportasi.

Dalam pertemuan tersebut, Suntana juga menyampaikan permintaan dukungan dari anggota APEC terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota dewan International Civil Aviation Organization (ICAO) Part III dalam pemilihan ICAO (Extraordinary) Assembly ke-43 yang akan diselenggarakan pada November 2026. ICAO adalah organisasi penerbangan sipil internasional sebagai badan khusus PBB.

Pertemuan para menteri transportasi anggota APEC itu juga mengesahkan "Joint Ministerial Statement" yang secara khusus memperkuat dan menegaskan komitmen anggota APEC dalam mendukung kemajuan teknologi digital pada sektor transportasi untuk membangun sistem transportasi dan konektivitas yang tangguh, inklusif dan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.

Wakil Menteri Perhubungan Suntana dalam pertemuan Global Sustainable Transport Forum (GSTF) 2026 di Beijing, Selasa (22/9/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Perhubungan RI)

Dalam keterangan tertulis Kementerian Perhubungan terkait acara tersebut, disampaikan bahwa Indonesia telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk mendorong dekarbonisasi transportasi dan mobilitas perkotaan, seperti elektrifikasi kendaraan, pengembangan MRT, LRT, BRT dan integrasi transportasi di Jabodetabek.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk mendorong transportasi multimodal dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dalam upaya menurunkan kemacetan lalu lintas.

Indonesia disebut juga memanfaatkan bahan bakar rendah karbon untuk kapal dan sistem tenaga surya untuk infrastruktur pelabuhan guna lebih mendukung upaya dekarbonisasi di sektor maritim.

Di sektor penerbangan, Indonesia terus mendorong penggunaan Sustainable Aviation Fuels (SAF) sebagai energi alternatif dan menerapkan teknologi efisien energi di bandara-bandara, serta terus berpartisipasi aktif dalam "Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation".

Sebagai anggota APEC, Indonesia telah berperan aktif dalam mendukung kerja sama transportasi dalam kerangka kerja sama para menteri transportasi APEC dengan terus berupaya mendukung penerapan teknologi digital dalam sektor transportasi untuk mengolah data lalu lintas secara "real-time", meningkatkan manajemen lalu lintas, integrasi layanan transportasi, dan transportasi multimoda.

Di sektor transportasi laut, Indonesia mengaplikasikan AI dalam memprediksi permintaan, mengoptimalkan rute, meningkatkan navigasi, serta mengelola kapal, kargo, dan operasional pelabuhan guna membangun rantai pasok yang tangguh, efisien, dan berketahanan.

Pada sektor penerbangan, Indonesia juga tengah menjajaki penggunaan AI untuk pemantauan emisi pesawat secara "real-time", manajemen slot bandara, dan optimalisasi kapasitas bandara.

Sejumlah pejabat yang ikut mendampingi wakil menteri perhubungan dalam pertemuan di Tiongkok itu adalah Dirjen Perhubungan Udara Lukman F Laisa, Dirjen Kereta Api Allan Tandiono, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Sokhib Al Rokhman, dan Kepala Pusat Fasilitasi Kerjasama Kemitraan dan Kelembagaan Internasional Amiruddin Arsyad.

Baca juga: Indonesia jajaki gandeng produsen pesawat China atasi karhutla

Baca juga: Indonesia didorong tak sekadar jadi pasar teknologi rendah karbon

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.